Iran Bisa Balik Menyerang? Ini Opsi Teheran Hadapi Ancaman Sanksi Terberat AS
Tim langit 7
Selasa, 25 Agustus 2026 - 05:02 WIB
(Dok: Ilustrasi Langit7.id)
LANGIT7.ID-Jakarta; Ancaman Amerika Serikat untuk menjatuhkan “sanksi terberat dalam sejarah” guna memaksa Iran memenuhi tuntutannya setelah hampir enam bulan perang meningkatkan kekhawatiran akan munculnya babak eskalasi baru di kawasan Teluk.
Lantas, bagaimana Iran dapat merespons tekanan ekonomi tersebut?
Salah satu pilihan yang dapat ditempuh Teheran adalah menghentikan lebih banyak ekspor minyak dari kawasan Timur Tengah.
Mohsen Rezaei, mantan kepala Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sekaligus sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, sebelumnya telah mengancam akan menghentikan ekspor minyak. Langkah tersebut menjadi salah satu pendekatan strategis utama Teheran sejak perang dimulai pada 28 Februari.
“Jika perang ekonomi berlanjut, tidak setetes pun minyak akan diekspor, baik melalui Selat Hormuz maupun dari mana pun di Teluk,” kata Rezaei.
Serangan dan ancaman Iran terhadap kapal-kapal telah menghentikan sebagian besar lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz. Kondisi itu pada dasarnya menutup jalur perairan yang sebelum konflik berlangsung membawa sekitar seperlima energi dunia.
Meski sejumlah kapal tanker minyak masih melintasi selat tersebut dalam beberapa pekan terakhir, volumenya tetap sangat rendah. Pada Minggu, Iran bahkan memasukkan 45 kapal tanker ke dalam daftar hitam karena dinilai tidak mematuhi aturan yang ingin diberlakukan Teheran terhadap pelayaran di Hormuz.
Lantas, bagaimana Iran dapat merespons tekanan ekonomi tersebut?
Salah satu pilihan yang dapat ditempuh Teheran adalah menghentikan lebih banyak ekspor minyak dari kawasan Timur Tengah.
Mohsen Rezaei, mantan kepala Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sekaligus sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, sebelumnya telah mengancam akan menghentikan ekspor minyak. Langkah tersebut menjadi salah satu pendekatan strategis utama Teheran sejak perang dimulai pada 28 Februari.
“Jika perang ekonomi berlanjut, tidak setetes pun minyak akan diekspor, baik melalui Selat Hormuz maupun dari mana pun di Teluk,” kata Rezaei.
Serangan dan ancaman Iran terhadap kapal-kapal telah menghentikan sebagian besar lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz. Kondisi itu pada dasarnya menutup jalur perairan yang sebelum konflik berlangsung membawa sekitar seperlima energi dunia.
Meski sejumlah kapal tanker minyak masih melintasi selat tersebut dalam beberapa pekan terakhir, volumenya tetap sangat rendah. Pada Minggu, Iran bahkan memasukkan 45 kapal tanker ke dalam daftar hitam karena dinilai tidak mematuhi aturan yang ingin diberlakukan Teheran terhadap pelayaran di Hormuz.