Asim Munir Bicara dengan Donald Trump Sebelum Kunjungi Teheran, Ada Apa?
Tim langit 7
Selasa, 25 Agustus 2026 - 05:06 WIB
(Dok: Ilustrasi Langit7.id)
LANGIT7.ID-Jakarta; Panglima militer Pakistan, Asim Munir, berbicara dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada pekan lalu, beberapa hari sebelum Munir diperkirakan melakukan pembicaraan di ibu kota Iran, Teheran, pada Senin.
Menurut tiga sumber dari Pakistan, percakapan tersebut belum pernah dilaporkan sebelumnya. Pembicaraan berlangsung ketika Amerika Serikat mengancam akan memberlakukan sanksi ekonomi besar terhadap Iran dan negara-negara yang menjadi mitra dagangnya.
Kantor Sekretaris Pers Gedung Putih belum segera menanggapi permintaan komentar. Belum diketahui apa yang dibicarakan Munir dan Trump dalam percakapan tersebut.
Militer Pakistan pada Senin mengonfirmasi kunjungan Munir ke Iran. Kunjungan itu disebut sebagai bagian dari “upaya Pakistan untuk mendorong perdamaian dan stabilitas regional”.
Pejabat Iran sebelumnya juga telah mengonfirmasi kunjungan tersebut pada Minggu. Mereka mengatakan pembicaraan akan berfokus pada isu keamanan dan perdamaian.
Trump pada pekan lalu memperingatkan akan adanya konsekuensi ekonomi terhadap negara mana pun yang memberikan “bentuk bantuan apa pun kepada Iran” ketika Washington berupaya mengisolasi Teheran. Sebagai respons, Iran berjanji akan menghentikan seluruh ekspor minyak dari kawasan Teluk.
Pakistan sendiri memainkan peran penting sebagai mediator antara Amerika Serikat dan Iran sepanjang tahun ini. Islamabad juga tetap menjadi mitra dagang Iran selama konflik terbaru berlangsung.
Menurut tiga sumber dari Pakistan, percakapan tersebut belum pernah dilaporkan sebelumnya. Pembicaraan berlangsung ketika Amerika Serikat mengancam akan memberlakukan sanksi ekonomi besar terhadap Iran dan negara-negara yang menjadi mitra dagangnya.
Kantor Sekretaris Pers Gedung Putih belum segera menanggapi permintaan komentar. Belum diketahui apa yang dibicarakan Munir dan Trump dalam percakapan tersebut.
Militer Pakistan pada Senin mengonfirmasi kunjungan Munir ke Iran. Kunjungan itu disebut sebagai bagian dari “upaya Pakistan untuk mendorong perdamaian dan stabilitas regional”.
Pejabat Iran sebelumnya juga telah mengonfirmasi kunjungan tersebut pada Minggu. Mereka mengatakan pembicaraan akan berfokus pada isu keamanan dan perdamaian.
Trump pada pekan lalu memperingatkan akan adanya konsekuensi ekonomi terhadap negara mana pun yang memberikan “bentuk bantuan apa pun kepada Iran” ketika Washington berupaya mengisolasi Teheran. Sebagai respons, Iran berjanji akan menghentikan seluruh ekspor minyak dari kawasan Teluk.
Pakistan sendiri memainkan peran penting sebagai mediator antara Amerika Serikat dan Iran sepanjang tahun ini. Islamabad juga tetap menjadi mitra dagang Iran selama konflik terbaru berlangsung.