Ratusan Santri Diduga Keracunan MBG, Bupati Sidoarjo Akan Periksa SPPG
Tim langit 7
Rabu, 02 September 2026 - 05:04 WIB
(Dok: Ilustrasi)
LANGIT7.ID-Sidoarjo; Lebih dari 300 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, diduga mengalami keracunan massal setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi tersebut membuat para santri harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit.
Di tengah penanganan para korban, Bupati Sidoarjo Subandi memastikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai makanan ke pesantren tersebut akan diperiksa langsung.
Pemeriksaan dijadwalkan dilakukan bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait. Subandi mengatakan pengecekan tidak hanya akan melihat proses pengolahan makanan, tetapi juga persoalan perizinan dan kelayakan lingkungan.
“Saya besok insyaallah akan cek ke sana bersama dinas pengampu. Termasuk dinas perizinan dan DLH (Dinas Lingkungan Hidup) akan kita cek persoalannya apa di sana,” kata Subandi, dikutipRabu (2/9/2026).
Langkah tersebut dilakukan ketika ratusan santri masih menjalani perawatan. Di RSUD RT Notopuro, jumlah pasien tercatat hampir mencapai 267 orang.
Sementara itu, sekitar 58 santri dirawat di RSI Siti Hajar. Sebanyak kurang lebih 15 santri lainnya menjalani perawatan di RS Delta Surya.
Untuk pasien di RS Delta Surya, Subandi menyebut kondisi mereka relatif ringan.
Di tengah penanganan para korban, Bupati Sidoarjo Subandi memastikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai makanan ke pesantren tersebut akan diperiksa langsung.
Pemeriksaan dijadwalkan dilakukan bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait. Subandi mengatakan pengecekan tidak hanya akan melihat proses pengolahan makanan, tetapi juga persoalan perizinan dan kelayakan lingkungan.
“Saya besok insyaallah akan cek ke sana bersama dinas pengampu. Termasuk dinas perizinan dan DLH (Dinas Lingkungan Hidup) akan kita cek persoalannya apa di sana,” kata Subandi, dikutipRabu (2/9/2026).
Langkah tersebut dilakukan ketika ratusan santri masih menjalani perawatan. Di RSUD RT Notopuro, jumlah pasien tercatat hampir mencapai 267 orang.
Sementara itu, sekitar 58 santri dirawat di RSI Siti Hajar. Sebanyak kurang lebih 15 santri lainnya menjalani perawatan di RS Delta Surya.
Untuk pasien di RS Delta Surya, Subandi menyebut kondisi mereka relatif ringan.