Dugaan Keracunan MBG di Ponpes Manba’ul Hikam: 88 Masih Dirawat, SPPG Disuspend
Esti setiyowati
Rabu, 02 September 2026 - 19:47 WIB
Siswa SDN Margacinta 02, Kabupaten Bogor saat menikmati Makanan Bergizi Gratis (MBG). Foto: BGN.
Sebanyak 88 santriPondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam Sidoarjo masih menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan makanan pada Selasa (1/9/2026).
Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, sebanyak 478 santri dari 566 korban telah diperbolehkan pulang. Sementara 88 santri lainnya masih menjalani perawatan medis.
Baca juga: Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, Bupati Bantah Isu Korban Meninggal
“Tersisa 88 orang yang masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Sidoarjo sejak Selasa (1/9/2026). Jadi, total korban dari pihak ponpes sebanyak 566 santri, sedangkan sebanyak 478 santri sudah kembali ke rumah masing-masing,” kata Subandi, Rabu.
Pernyataan tersebut disampaikan Subandi setelah mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kali Tengah di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.
Menurut Subandi, kondisi mayoritas santri yang masih menjalani perawatan relatif stabil. Ia memastikan seluruh santri yang menjadi korban telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta di wilayah Sidoarjo.
Dalam kunjungannya, Subandi juga menyampaikan hasil temuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terkait perizinan SPPG. Ia mengatakan, SPPG Kali Tengah yang melayani Ponpes Manba’ul Hikam dan sejumlah lembaga pendidikan lainnya disebut telah mengantongi izin.
Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, sebanyak 478 santri dari 566 korban telah diperbolehkan pulang. Sementara 88 santri lainnya masih menjalani perawatan medis.
Baca juga: Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, Bupati Bantah Isu Korban Meninggal
“Tersisa 88 orang yang masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Sidoarjo sejak Selasa (1/9/2026). Jadi, total korban dari pihak ponpes sebanyak 566 santri, sedangkan sebanyak 478 santri sudah kembali ke rumah masing-masing,” kata Subandi, Rabu.
Pernyataan tersebut disampaikan Subandi setelah mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kali Tengah di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.
Menurut Subandi, kondisi mayoritas santri yang masih menjalani perawatan relatif stabil. Ia memastikan seluruh santri yang menjadi korban telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta di wilayah Sidoarjo.
Dalam kunjungannya, Subandi juga menyampaikan hasil temuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terkait perizinan SPPG. Ia mengatakan, SPPG Kali Tengah yang melayani Ponpes Manba’ul Hikam dan sejumlah lembaga pendidikan lainnya disebut telah mengantongi izin.