EU dan NATO Ancam Perketat Tekanan pada Rusia usai 'Eskalasi Baru' di Jerman
Sururi al faruq
Kamis, 03 September 2026 - 05:02 WIB
(Dok: Ilustrasi)
LANGIT7.ID-Jerman; Pimpinan NATO dan Komisi Eropa memperingatkan bahwa Rusia kian bertindak nekat dan berjanji akan merespons "kenormalan baru" tersebut.
"Leipzig menandai eskalasi baru di wilayah Uni Eropa yang secara langsung dapat diatribusikan kepada Rusia," ujar Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, sehari setelah Jerman menuding Rusia sebagai dalang serangan drone gagal di Bandara Leipzig bulan lalu.
"Kami harus meningkatkan langkah, dan itu berarti siap merespons kecerobohan Rusia lebih cepat dan lebih baik," tegas von der Leyen. Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menyatakan seluruh aliansi, termasuk AS, berdiri "dalam solidaritas penuh dengan Jerman".
Rusia membantah tuduhan Jerman bahwa drone berisi bahan peledak sengaja menargetkan pesawat kargo Ukraina pada 4 Agustus lalu.
Drone tersebut dinetralkan oleh robot di Bandara Leipzig/Halle, sementara drone kedua diduga menabrak pesawat kargo lain. Drone ketiga dilaporkan ditemukan 10 hari kemudian di bandara yang merupakan hub penting NATO dan rutin digunakan pesawat angkut Antonov Ukraina.
Baru pada Selasa lalu pemerintah Jerman menyatakan bahwa penyelidikan polisi dan temuan intelijen telah membuktikan Rusia berada di balik insiden tersebut.
Menteri Dalam Negeri Jerman menyebut konfigurasi drone, komponen, bahan peledak, dan detonatornya sudah diketahui dari operasi hibrida Rusia lainnya.
"Leipzig menandai eskalasi baru di wilayah Uni Eropa yang secara langsung dapat diatribusikan kepada Rusia," ujar Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, sehari setelah Jerman menuding Rusia sebagai dalang serangan drone gagal di Bandara Leipzig bulan lalu.
"Kami harus meningkatkan langkah, dan itu berarti siap merespons kecerobohan Rusia lebih cepat dan lebih baik," tegas von der Leyen. Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menyatakan seluruh aliansi, termasuk AS, berdiri "dalam solidaritas penuh dengan Jerman".
Rusia membantah tuduhan Jerman bahwa drone berisi bahan peledak sengaja menargetkan pesawat kargo Ukraina pada 4 Agustus lalu.
Drone tersebut dinetralkan oleh robot di Bandara Leipzig/Halle, sementara drone kedua diduga menabrak pesawat kargo lain. Drone ketiga dilaporkan ditemukan 10 hari kemudian di bandara yang merupakan hub penting NATO dan rutin digunakan pesawat angkut Antonov Ukraina.
Baru pada Selasa lalu pemerintah Jerman menyatakan bahwa penyelidikan polisi dan temuan intelijen telah membuktikan Rusia berada di balik insiden tersebut.
Menteri Dalam Negeri Jerman menyebut konfigurasi drone, komponen, bahan peledak, dan detonatornya sudah diketahui dari operasi hibrida Rusia lainnya.