Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 03 September 2026
home masjid detail berita

Tafsir Surat al-Baqarah 33: Bukti Keutamaan Adam dan Keagungan Ilmu Allah

ahmad zuhdi Kamis, 03 September 2026 - 06:05 WIB
Tafsir Surat al-Baqarah 33: Bukti Keutamaan Adam dan Keagungan Ilmu Allah
LANGIT7.ID, Jakarta; - Ayat ke-33 Surat al-Baqarah merupakan puncak dialog antara Allah ﷻ dan para malaikat terkait penciptaan Adam ﷺ. Setelah para malaikat mengakui keterbatasan ilmu mereka pada ayat sebelumnya, Allah ﷻ memerintahkan Adam ﷺ untuk menyebutkan nama-nama benda yang telah diajarkan kepadanya. Peristiwa ini menjadi bukti nyata keutamaan Adam ﷺ sekaligus penegasan atas luasnya ilmu Allah ﷻ yang meliputi hal nyata maupun gaib.

قَالَ يَٰٓـَٔادَمُ أَنۢبِئْهُم بِأَسْمَآئِهِمْ ۖ فَلَمَّآ أَنۢبَأَهُم بِأَسْمَآئِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ إِنِّىٓ أَعْلَمُ غَيْبَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ

Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini". Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku-katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?" (QS Al-Baqarah, 33).

Melalui firman-Nya, Allah ﷻ memerintahkan Adam ﷺ untuk memberitahukan nama-nama benda kepada para malaikat. Menurut al-Ṭabarī, kata anbi'hum merupakan perintah untuk mengabarkan kepada malaikat mengenai nama-nama makhluk yang sebelumnya diperlihatkan. Para mufassir seperti al-Baghawī dan Ibn Katsir menjelaskan bahwa Adam ﷺ mampu menyebutkan seluruh nama benda dan malaikat secara terperinci, mulai dari nama para malaikat seperti Jibril hingga nama hewan seperti burung gagak.

Ketika Adam ﷺ berhasil memberitahukan nama-nama tersebut, terbuka pandangan para malaikat akan hikmah di balik pengangkatan manusia sebagai khalifah. Al-Sa'dī mencatat bahwa momen ini langsung memperlihatkan keunggulan Adam ﷺ atas para malaikat. Al-Ṭabarī menambahkan bahwa peristiwa tersebut membuktikan keterbatasan ilmu makhluk, yang mana pengetahuan hanya diberikan kepada siapa saja sesuai kehendak Allah ﷻ.

Setelah pembuktian itu, Allah ﷻ menyampaikan teguran retoris dengan menanyakan apakah Dia tidak pernah mengatakan bahwa Dia mengetahui rahasia langit dan bumi. Menurut al-Biqāʿī dan al-Baghawī, ungkapan ini mengonfirmasi penegasan Allah ﷻ pada ayat ke-30 bahwa Dia mengetahui apa yang tidak diketahui oleh para malaikat, baik peristiwa yang telah lalu maupun yang akan datang. Al-Biqāʿī juga menekankan bahwa ilmu Allah ﷻ bersifat mutlak, sempurna, dan berkesinambungan.

Selanjutnya, mengenai firman Allah ﷻ tentang hal yang ditampakkan dan disembunyikan, terdapat dua penafsiran utama di kalangan ulama. Pendapat pertama dari al-Ḥasan dan Qatādah menyebutkan bahwa hal yang ditampakkan adalah pertanyaan malaikat mengenai kekhawatiran timbulnya kerusakan di bumi, sedangkan hal yang disembunyikan adalah bisikan hati mereka bahwa tidak ada makhluk yang lebih mulia dari mereka.

Pendapat kedua dari Ibn ʿAbbās menyatakan bahwa hal yang ditampakkan merujuk pada ketaatan para malaikat, sedangkan hal yang disembunyikan merujuk pada niat pembangkangan Iblis. Ibn Kathīr dan al-Shanqīṭī menegaskan bahwa secara umum ayat ini melambangkan ilmu Allah ﷻ yang menjangkau segalanya, baik yang dinyatakan secara terbuka maupun yang dirahasiakan dalam batin.

Pelajaran utama dari ayat ini menegaskan bahwa kemuliaan Adam ﷺ di hadapan para malaikat bersumber dari ilmu yang dianugerahkan Allah ﷻ kepadanya. Ilmu Allah ﷻ melingkupi rahasia alam semesta hingga isi hati setiap hamba tanpa ada yang tersembunyi. Hal ini mengingatkan bahwa pengetahuan manusia dan malaikat sangat terbatas, sehingga sikap terbaik bagi seorang hamba adalah berserah diri (taslīm) dan mengakui keagungan ketetapan-Nya.

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 03 September 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:56
Ashar
15:13
Maghrib
17:55
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan