Allianz Bekali Pelajar Hadapi Risiko Keuangan, dari Penipuan hingga Investasi
Nabil
Kamis, 03 September 2026 - 17:14 WIB
Allianz Bekali Pelajar Hadapi Risiko Keuangan, dari Penipuan hingga Investasi
LANGIT7.ID-Jakarta; Literasi keuangan bagi generasi muda kini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengatur uang. Pelajar juga perlu memiliki kemampuan untuk mengenali penipuan, memeriksa legalitas informasi, menjaga data pribadi, serta mempertimbangkan risiko sebelum menentukan pilihan finansial.
Kebutuhan tersebut menjadi salah satu fokus rangkaian edukasi keuangan Allianz Indonesia bagi pelajar SMA dan SMK sepanjang 2024–2026. Melalui Allianz Smart Plan Board Game, Smart Financing: Financial Race, dan Smart Money Habits, program tersebut telah menjangkau 34.167 penerima manfaat.
Ketua Yayasan Allianz Peduli, Ni Made Daryanti, mengatakan perlindungan konsumen sebaiknya dibangun sejak seseorang belum mengambil keputusan finansial.
“Perlindungan konsumen perlu dimulai sebelum seseorang mengambil keputusan finansial. Melalui edukasi yang relevan dan aplikatif, kami ingin membantu generasi muda memahami pilihan yang tersedia, mengenali risiko yang mungkin timbul, serta langkah yang perlu dilakukan untuk melindungi diri. Dengan kemampuan tersebut, mereka diharapkan dapat menjadi konsumen yang lebih kritis, mandiri, dan bertanggung jawab,” ujar Ni Made Daryanti, Ketua Yayasan Allianz Peduli, Kamis (3/9/2026).
Belajar Keuangan Lewat Simulasi
Pendekatan edukasi Allianz Indonesia tidak hanya mengandalkan penyampaian materi. Program dirancang secara berjenjang dengan menyesuaikan materi terhadap tingkat pemahaman dan kehidupan sehari-hari pelajar.
Gamifikasi, simulasi kasus, diskusi kelompok, dan pembelajaran berbasis pengalaman digunakan agar peserta dapat berlatih mengambil keputusan dalam situasi keuangan yang menyerupai kondisi nyata.
Kebutuhan tersebut menjadi salah satu fokus rangkaian edukasi keuangan Allianz Indonesia bagi pelajar SMA dan SMK sepanjang 2024–2026. Melalui Allianz Smart Plan Board Game, Smart Financing: Financial Race, dan Smart Money Habits, program tersebut telah menjangkau 34.167 penerima manfaat.
Ketua Yayasan Allianz Peduli, Ni Made Daryanti, mengatakan perlindungan konsumen sebaiknya dibangun sejak seseorang belum mengambil keputusan finansial.
“Perlindungan konsumen perlu dimulai sebelum seseorang mengambil keputusan finansial. Melalui edukasi yang relevan dan aplikatif, kami ingin membantu generasi muda memahami pilihan yang tersedia, mengenali risiko yang mungkin timbul, serta langkah yang perlu dilakukan untuk melindungi diri. Dengan kemampuan tersebut, mereka diharapkan dapat menjadi konsumen yang lebih kritis, mandiri, dan bertanggung jawab,” ujar Ni Made Daryanti, Ketua Yayasan Allianz Peduli, Kamis (3/9/2026).
Belajar Keuangan Lewat Simulasi
Pendekatan edukasi Allianz Indonesia tidak hanya mengandalkan penyampaian materi. Program dirancang secara berjenjang dengan menyesuaikan materi terhadap tingkat pemahaman dan kehidupan sehari-hari pelajar.
Gamifikasi, simulasi kasus, diskusi kelompok, dan pembelajaran berbasis pengalaman digunakan agar peserta dapat berlatih mengambil keputusan dalam situasi keuangan yang menyerupai kondisi nyata.