Sukses Jadi Sociopreuneur, Hasilkan Tepung Mocaf Berdaya Saing Global
Mahmuda attar hussein
Selasa, 26 Oktober 2021 - 16:30 WIB
Singkong sebagai bahan baku tepung mocaf. Foto: YouTube CapCapung
Tepung mocaf merupakan tepung ubi kayu yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga berbentuk seperti butiran beras. Memiliki cita rasa yang mirip dengan rasa beras, kandungan gizinya pun tak kalah lengkap, seperti karbohidrat, protein, dan mineral yang cukup.
Namun begitu, tepung mocaf masih dianggap sebagai bahan makanan bagi orang pinggiran. Padahal tepung berbahan dasar singkong ini cukup diminati oleh masyarakat di negara-negara Eropa.
Tidak ingin membuang kesempatan yang ada, muslim asal Banjarnegara, Riza Azyumarridha terjun langsung untuk meramaikan kebutuhan masyarakat Eropa dengan memproduksi tepung mocaf.
Melalui usahanya, Rumah Mocaf Indonesia, Riza memulai usahanya sejak 2014 lalu. Memanfaatkan banyaknya singkong di Banjarnegara, ia mulai memberdayakan kalangan anak muda untuk bisa produktif.
"Kebetulan Banjarnegara merupakan penghasil singkong terbesar. Dari situlah kami tergerak hatinya untuk bisa menyelesaikan masalah petani singkong, karena singkong dibiarkan berhektar-hektar membusuk di lahan yang ada," ujarnya dikanal Youtube CapCapung.
Baca juga: Modal Satu Sendok, Kini Sukses Punya 20 Kolam Kultur Daphnia
Berkonsultasi dengan kalangan akademisi, Riza menemukan ide untuk mengolah singkong menjadi tepung mocaf atau modified cassava flour. Dengan begitu, singkong memiliki memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Namun begitu, tepung mocaf masih dianggap sebagai bahan makanan bagi orang pinggiran. Padahal tepung berbahan dasar singkong ini cukup diminati oleh masyarakat di negara-negara Eropa.
Tidak ingin membuang kesempatan yang ada, muslim asal Banjarnegara, Riza Azyumarridha terjun langsung untuk meramaikan kebutuhan masyarakat Eropa dengan memproduksi tepung mocaf.
Melalui usahanya, Rumah Mocaf Indonesia, Riza memulai usahanya sejak 2014 lalu. Memanfaatkan banyaknya singkong di Banjarnegara, ia mulai memberdayakan kalangan anak muda untuk bisa produktif.
"Kebetulan Banjarnegara merupakan penghasil singkong terbesar. Dari situlah kami tergerak hatinya untuk bisa menyelesaikan masalah petani singkong, karena singkong dibiarkan berhektar-hektar membusuk di lahan yang ada," ujarnya dikanal Youtube CapCapung.
Baca juga: Modal Satu Sendok, Kini Sukses Punya 20 Kolam Kultur Daphnia
Berkonsultasi dengan kalangan akademisi, Riza menemukan ide untuk mengolah singkong menjadi tepung mocaf atau modified cassava flour. Dengan begitu, singkong memiliki memiliki nilai jual yang lebih tinggi.