Langit7, Jakarta - Tepung mocaf merupakan tepung ubi kayu yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga berbentuk seperti butiran beras. Memiliki cita rasa yang mirip dengan rasa beras, kandungan gizinya pun tak kalah lengkap, seperti karbohidrat, protein, dan mineral yang cukup.
Namun begitu, tepung mocaf masih dianggap sebagai bahan makanan bagi orang pinggiran. Padahal tepung berbahan dasar singkong ini cukup diminati oleh masyarakat di negara-negara Eropa.
Tidak ingin membuang kesempatan yang ada, muslim asal Banjarnegara, Riza Azyumarridha terjun langsung untuk meramaikan kebutuhan masyarakat Eropa dengan memproduksi tepung mocaf.
Melalui usahanya, Rumah Mocaf Indonesia, Riza memulai usahanya sejak 2014 lalu. Memanfaatkan banyaknya singkong di Banjarnegara, ia mulai memberdayakan kalangan anak muda untuk bisa produktif.
"Kebetulan Banjarnegara merupakan penghasil singkong terbesar. Dari situlah kami tergerak hatinya untuk bisa menyelesaikan masalah petani singkong, karena singkong dibiarkan berhektar-hektar membusuk di lahan yang ada," ujarnya dikanal Youtube CapCapung.
Baca juga: Modal Satu Sendok, Kini Sukses Punya 20 Kolam Kultur DaphniaBerkonsultasi dengan kalangan akademisi, Riza menemukan ide untuk mengolah singkong menjadi tepung mocaf atau
modified cassava flour. Dengan begitu, singkong memiliki memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
![Sukses Jadi Sociopreuneur, Hasilkan Tepung Mocaf Berdaya Saing Global]()
Melalui Rumah Mocaf, ia berupaya mempertemukan antara petani, anak muda, dan ibu rumah tangga. Sehingga dapat menyatukan antara kegiatan sosial dan kegiatan bisnis menjadi
sociopreneur.
"Jadi ini bisnis yang berkeadilan,
profitable, dan
sustainability. Tapi tidak mengeksploitasi petani, juga tidak mencemari lingkungan," jelasnya.
Dalam produksinya itu, Rumah Mocaf melibatkan petani singkong dengan konsep
integrated farming. Pertanian singkong yang menggunakan sistem organik dapat meningkatkan produktivitas mereka.
Selanjutnya, ia juga memberdayakan ibu-ibu yang tadinya kurang produktif untuk bisa turut andil dalam pengolahan fermentasi sampai menjadi
chip mocaf kasar. Sehingga muncul perputaran perekonomian baru.
"Nah anak-anak muda itu sebagai fasilitator yang mendampingi petani dan pengrajin. Tugasnya adalah melakukan
branding,
packaging, pemasaran,
quality control, dan melakukan pendampingan terhadap petani dan pengrajin sampai melakukan penetrasi pasar, baik di dalam maupun luar negeri," tambahnya.
Baca juga: Sandiaga Uno Mengaku Teladani Nabi Muhammad SAW Saat Rintis dan Besarkan BisnisRiza berupaya menyosialisasikan produknya itu kepada masyarakat luas. Pasalnya, tepung mocaf juga memiliki daya saing kualitas baik dengan tepung terigu yang biasanya didapatkan dari impor.
![Sukses Jadi Sociopreuneur, Hasilkan Tepung Mocaf Berdaya Saing Global]()
Selain itu, pihaknya juga kerap kali mengedukasi kepada masyarakat terkait inovasi produk turunannya menjadi
cookies siap makan. Termasuk mie sehat, kue pie, dan gula singkong cair.
"Meskipun kita sudah ekspor, tapi itu bukan tujuan utama kami. Karena kita ingin membuktikan kepada masyarakat Indonesia bahwa tepung mocaf yang dari singkong ternyata malah diterima di negara-negara Eropa. Memang karena tepung ini merupakan tepung sehat," jelasnya.
Ia meyakini, kedaulatan pangan lokal bisa terwujud jika masyarakat bisa memanfaatkan produk hasil dalam negeri sendiri. Terpenting, kata dia, hal itu bisa mengangkat martabat petani singkong.
(zul)