home global news

Militer AS Panik! Pelacak di Ponsel Pasukan Dimatikan karena Data Lokasi Bisa Dibeli

Sabtu, 05 September 2026 - 05:02 WIB
(Dok: Ilustrasi)
LANGIT7.ID-Jakarta; Pejabat militer AS menyatakan telah menonaktifkan pelacak iklan di sejumlah ponsel dan komputer milik militer. Kebijakan ini muncul setelah laporan bahwa data lokasi yang diperjualbelikan secara komersial berpotensi digunakan untuk melacak dan menargetkan pasukan Amerika Serikat di Timur Tengah.

Angkatan Udara AS mengatakan kepada Senator Ron Wyden bahwa pengenal iklan pada komputer dan ponsel telah dinonaktifkan sekitar dua bulan lalu. Sementara itu, Komando Operasi Khusus AS dalam surat terpisah menyebut fitur tersebut baru-baru ini dimatikan pada perangkat berbasis Windows.

Angkatan Darat AS mengatakan kepada Reuters bahwa pengenal iklan yang terhubung dengan perangkat seluler telah dinonaktifkan sejak awal tahun ini.

Wyden, senator asal Oregon dari Partai Demokrat, selama berbulan-bulan mendesak Pentagon untuk menangani persoalan tersebut.

Langkah ini menyoroti kekhawatiran keamanan nasional yang semakin besar. Data lokasi yang dikumpulkan industri periklanan dan kemudian dijual oleh broker data—perusahaan yang mengumpulkan serta menjual kembali informasi pribadi—dinilai dapat dimanfaatkan untuk melacak personel militer yang berada di wilayah konflik.

Angkatan Udara dan Komando Operasi Khusus AS menolak memberikan komentar lebih lanjut. Surat serupa dari Angkatan Darat dan Angkatan Laut kepada Wyden menyatakan bahwa pengenal iklan telah dinonaktifkan pada perangkat militer, tetapi tidak menjelaskan kapan kebijakan tersebut mulai diterapkan.

Angkatan Darat menjelaskan bahwa pengenal iklan pada komputer Windows telah diblokir “sejak sebelum 2021”. Namun, pada perangkat seluler Android dan Apple, fitur tersebut baru dinonaktifkan secara bawaan setidaknya sejak Februari 2026.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya