Presiden Minta Semua Penduduk Indonesia Punya Rekening di BRI dan BSI
Lusi mahgriefie
Rabu, 09 September 2026 - 07:56 WIB
Presiden Minta Semua Penduduk Indonesia Punya Rekening di BRI dan BSI
Menko Perekonomian Airlangga Hartanto menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh penduduk Indonesia memiliki rekening bank. Pemerintah menugaskan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk merealisasikannya.
Airlangga mengatakan bahwa Presiden menginstruksikan, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menjemput bola untuk membuatkan rekening tersebut.
"Tadi Bapak Presiden meminta agar penduduk Indonesia itu mempunyai rekening koran. Jadi tentu diminta untuk BRI dan juga Bank Syariah Indonesia itu mempersiapkan rekening untuk masyarakat," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (7/9), dikutip Rabu (9/9/2026).
Baca juga:Polemik Buku Islam Ala Prabowo, BAZNAS: Penerbitan Tidak Pakai Dana ZIS
Ke depan, lanjut Airlangga, proses itu akan mengacu pada data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Untuk kemudian data Dukcapil tersebut akan dipadupadankan dengan sistem di Bank Indonesia.
"Terutama untuk payment sistemnya, dan yang kedua gateway systemnya, jadi menggunakan QRIS. Nah ini yang disiapkan agar literasi dan juga inklusi keuangan kita bisa mencapai seoptimal mungkin, lebih tinggi dari yang sudah kita capai," ujar Airlangga.
Tak hanya itu, nantinya berbagai program-program pemerintah juga akan dikirimkan ke rekening-rekening yang disiapkan untuk masyarakat tersebut.
Airlangga mengatakan bahwa Presiden menginstruksikan, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menjemput bola untuk membuatkan rekening tersebut.
"Tadi Bapak Presiden meminta agar penduduk Indonesia itu mempunyai rekening koran. Jadi tentu diminta untuk BRI dan juga Bank Syariah Indonesia itu mempersiapkan rekening untuk masyarakat," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (7/9), dikutip Rabu (9/9/2026).
Baca juga:Polemik Buku Islam Ala Prabowo, BAZNAS: Penerbitan Tidak Pakai Dana ZIS
Ke depan, lanjut Airlangga, proses itu akan mengacu pada data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Untuk kemudian data Dukcapil tersebut akan dipadupadankan dengan sistem di Bank Indonesia.
"Terutama untuk payment sistemnya, dan yang kedua gateway systemnya, jadi menggunakan QRIS. Nah ini yang disiapkan agar literasi dan juga inklusi keuangan kita bisa mencapai seoptimal mungkin, lebih tinggi dari yang sudah kita capai," ujar Airlangga.
Tak hanya itu, nantinya berbagai program-program pemerintah juga akan dikirimkan ke rekening-rekening yang disiapkan untuk masyarakat tersebut.