700.000 Warga Afghanistan Mengungsi dalam 9 Bulan Terakhir
Ahmad zuhdi
Rabu, 27 Oktober 2021 - 08:05 WIB
Perang tak berujung di Afghanistan membuat anak-anak dan perempuan menderita dalam pengungsian. Foto: Anadolu Agency
Konflik dan krisis di Afghanistan membuat hampir 700.000 orang mengungsi dalam sembilan bulan pertama 2021. Hal tersebut dinyatakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Senin (25/10/2021).
Dalam laporannya yang berjudul Afghanistan: Snapshot of Population Movements, Januari-September 2021, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan mengatakan 677.000 orang meninggalkan rumah tahun ini karena pertempuran. Banyak dari orang-orang tersebut tetap mengungsi di seluruh negeri karena konflik dan kemiskinan menghalangi mereka kembali ke daerah asal.
Baca Juga:Nasib Influencer Afghanistan yang Berhasil Kabur dari Kabul
Juga pada hari yang sama, kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan PBB memperingatkan lebih dari setengah populasi Afghanistan, (rekor) 22,8 juta orang, akan menghadapi kerawanan pangan akut mulai November tahun ini.
Peringatan itu tertulis dalam laporan Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (IPC) terkini milik Kelompok Ketahanan Pangan dan Pertanian Afghanistan, yang dipimpin bersama Organisasi Pangan dan Pertanian PBB dan Program Pangan Dunia PBB. Menurut laporan tersebut, dampak kompleks dari kekeringan, konflik, Covid-19, dan krisis ekonomi sangat mempengaruhi kehidupan, mata pencarian, dan akses masyarakat terhadap makanan.
Tiga pekan lalu, para pejabat Taliban di Afghanistan mulai merelokasi ribuan orang terlantar dari Ibu Kota Kabul ke provinsi-provinsi asal mereka di utara. Keluarga pengungsi telah meninggalkan rumah karena bentrokan mematikan antara pejuang Taliban dan pasukan keamanan dari pemerintah sebelumnya pada Agustus.
Baca Juga:Mayoritas Balita di Afghanistan Menderita Malnutrisi
Dalam laporannya yang berjudul Afghanistan: Snapshot of Population Movements, Januari-September 2021, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan mengatakan 677.000 orang meninggalkan rumah tahun ini karena pertempuran. Banyak dari orang-orang tersebut tetap mengungsi di seluruh negeri karena konflik dan kemiskinan menghalangi mereka kembali ke daerah asal.
Baca Juga:Nasib Influencer Afghanistan yang Berhasil Kabur dari Kabul
Juga pada hari yang sama, kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan PBB memperingatkan lebih dari setengah populasi Afghanistan, (rekor) 22,8 juta orang, akan menghadapi kerawanan pangan akut mulai November tahun ini.
Peringatan itu tertulis dalam laporan Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (IPC) terkini milik Kelompok Ketahanan Pangan dan Pertanian Afghanistan, yang dipimpin bersama Organisasi Pangan dan Pertanian PBB dan Program Pangan Dunia PBB. Menurut laporan tersebut, dampak kompleks dari kekeringan, konflik, Covid-19, dan krisis ekonomi sangat mempengaruhi kehidupan, mata pencarian, dan akses masyarakat terhadap makanan.
Tiga pekan lalu, para pejabat Taliban di Afghanistan mulai merelokasi ribuan orang terlantar dari Ibu Kota Kabul ke provinsi-provinsi asal mereka di utara. Keluarga pengungsi telah meninggalkan rumah karena bentrokan mematikan antara pejuang Taliban dan pasukan keamanan dari pemerintah sebelumnya pada Agustus.
Baca Juga:Mayoritas Balita di Afghanistan Menderita Malnutrisi