Empat Salah Kaprah soal Ekowisata, Pecinta Jalan-Jalan Wajib Tahu
Garry Talentedo Kesawa
Rabu, 27 Oktober 2021 - 14:05 WIB
Ilustrasi jalan-jalan menikmati keindahan alam atau ekowisata. Foto: Langit7.id/iStock
Ekowisata yang sedang naik daun belum sepenuhnya dipahami oleh semua orang. Project Coordinator Hutan Itu Indonesia, Diyah Deviyanti, menceritakan pengalamannya, ketika traveling ke destinasi ekowisata Tangkahan, yang tercakup dalam Taman Nasional Gunung Leuser.
Dia benar-benar merasakan kedamaian di tengah hutan yang keasliannya masih sangat dijaga, menyusuri jalan setapak kecil, sesekali terkena ranting pohon yang menjuntai. Dia menikmati air terjun yang airnya memang benar-benar jatuh secara alami, yang sekitarnya masih natural, tidak dengan sengaja ditambahkan tempat untuk berfoto.
Baca Juga:Kadin Ungkap Potensi Besar Pariwisata di Wilayah Pasifik
“Begitulah gambaran destinasi ekowisata yang sesungguhnya. Pengelola tidak mengubah fungsi hutan sebagai sumber oksigen dan sumber kehidupan masyarakat sekitar. Tidak ada pembangunan fasilitas yang mengubah atau merusak ekosistem," kata Diyah, dikutip dari siaran resmi, Selasa.
"Tak perlu takut, tempat seperti ini sangat aman, karena kita ditemani pemandu. Apalagi, sebelum perjalanan kita diberi informasi tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan," kata Diyah.
Diyah menuturkan salah kaprah tentang ekowisata yang patut Anda ketahui:
Wisata alam pasti ekowisata
Dia benar-benar merasakan kedamaian di tengah hutan yang keasliannya masih sangat dijaga, menyusuri jalan setapak kecil, sesekali terkena ranting pohon yang menjuntai. Dia menikmati air terjun yang airnya memang benar-benar jatuh secara alami, yang sekitarnya masih natural, tidak dengan sengaja ditambahkan tempat untuk berfoto.
Baca Juga:Kadin Ungkap Potensi Besar Pariwisata di Wilayah Pasifik
“Begitulah gambaran destinasi ekowisata yang sesungguhnya. Pengelola tidak mengubah fungsi hutan sebagai sumber oksigen dan sumber kehidupan masyarakat sekitar. Tidak ada pembangunan fasilitas yang mengubah atau merusak ekosistem," kata Diyah, dikutip dari siaran resmi, Selasa.
"Tak perlu takut, tempat seperti ini sangat aman, karena kita ditemani pemandu. Apalagi, sebelum perjalanan kita diberi informasi tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan," kata Diyah.
Diyah menuturkan salah kaprah tentang ekowisata yang patut Anda ketahui:
Wisata alam pasti ekowisata