Suku Bunga Acuan Bebas Resiko Perkuat Industri Keuangan Syariah
Mahmuda attar hussein
Rabu, 27 Oktober 2021 - 14:30 WIB
Ilustrasi suku nguna acuan. Foto: Langit7/Istock
Suku bunga acuan bebas resiko sesuai syariah, bakal menjadi andalan guna memperkuat daya saing industri keuangan syariah.
Terobosan dalam pengembangan tersebut dilakukan demi menghadapi dampak penghentian London Interbank Offered Rate (LIBOR) mulai akhir tahun ini.
Baca juga: Transportasi Produk Halal Harus Dipisahkan dengan Nonhalal
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti mengatakan, pengembangan standarisasi dalam pasar keuangan syariah akan memperkuat pengelolaan likuiditas. Sehingga dapat meningkatkan arus investasi yang akan mendukung pertumbuhan ekonomi riil.
"Pasar keuangan syariah telah menunjukkan ketahanan yang lebih kuat berdasarkan pengalaman krisis keuangan global sebelumnya," jelasnya dalam Internasional Seminar Pasar Keuangan Syariah, Global Benchmark Rate Reforms: Challenges and Solutions for Islamic Finance Industry, Selasa (26/10).
Baca juga: Aplikasi Kesan, Upaya Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah
Upaya tersebut dilakukan, lanjut Destry, karena praktik keuangan syariah terkait dengan sektor riil, menghindari transaksi berbasis bunga dan berbasis spekulatif. Sehingga keuangan syariah layak menjadi alternatif baru dan menawarkan model keuangan yang lebih prospektif dalam lanskap ekonomi global.
Terobosan dalam pengembangan tersebut dilakukan demi menghadapi dampak penghentian London Interbank Offered Rate (LIBOR) mulai akhir tahun ini.
Baca juga: Transportasi Produk Halal Harus Dipisahkan dengan Nonhalal
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti mengatakan, pengembangan standarisasi dalam pasar keuangan syariah akan memperkuat pengelolaan likuiditas. Sehingga dapat meningkatkan arus investasi yang akan mendukung pertumbuhan ekonomi riil.
"Pasar keuangan syariah telah menunjukkan ketahanan yang lebih kuat berdasarkan pengalaman krisis keuangan global sebelumnya," jelasnya dalam Internasional Seminar Pasar Keuangan Syariah, Global Benchmark Rate Reforms: Challenges and Solutions for Islamic Finance Industry, Selasa (26/10).
Baca juga: Aplikasi Kesan, Upaya Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah
Upaya tersebut dilakukan, lanjut Destry, karena praktik keuangan syariah terkait dengan sektor riil, menghindari transaksi berbasis bunga dan berbasis spekulatif. Sehingga keuangan syariah layak menjadi alternatif baru dan menawarkan model keuangan yang lebih prospektif dalam lanskap ekonomi global.