Respon Ahmad Muzani Saat Ditanya Jokowi Pamer Kartu Anggota PSI dan Pendidikan Gratis
Sururi al faruq
Ahad, 27 September 2026 - 15:02 WIB
Respon Ahmad Muzani Saat Ditanya Jokowi Pamer Kartu Anggota PSI dan Pendidikan Gratis
LANGIT7.ID-Bandung; Ketua MPR Ahmad Muzani hari ini menghadiri peluncuran buku sejarah MPR dan perubahan UUD 45, usai acara, wartawan (WTR) melontarkan banyak pertanyaan dari mulai buku yang baru diluncurkan sampai mantan Presiden Jokowi pamer kartu anggota PSI. Berikut pertanyaan kepada Ketua MPR;
WRT: Pak Ketua, apa saja yang krusial dari buku yang baru diluncurkan?
Ketua MPR: Ya, hari ini MPR meluncurkan dua buku. Pertama adalah buku tentang sejarah MPR dalam merawat dan menjaga kedaulatan rakyat. Yang kedua, kita meluncurkan buku tentang memori perubahan konstitusi 99, 2000, 2001 dan 2002. Empat kali amandemen undang-undang dasar 45 itu kita luncurkan kembali dalam satu buku karena perdebatan dalam empat kali perubahan undang-undang dasar, saya kira penting untuk dikaji dan dibaca bagi generasi mendatang. Kami merasa ada keperluan, ada keperluan untuk itu maka MPR menerbitkan kembali buku tersebut.
Dua buku ini adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan karena melakukan perubahan konstitusi atau Undang-Undang Dasar 45 adalah tugas MPR. Salah satu diantara tugas MPR adalah mengamandemen Undang-Undang Dasar 45 selain melantik presiden dan wakil presiden.
Karena itu buku ini penting bagi kita untuk dibaca agar apa yang akan dilakukan karena perdebatan dalam perubahan undang-undang dasar 45 adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pasal-pasal yang kemudian menjadi undang-undang dasar 45. Ini penting sekali supaya para penyelenggara pemerintah bisa memahami itu secara utuh dalam memahami Undang-Undang Dasar 45 hasil amandemen.
WTR: Pak Ketua, ini yang lagi ramai di sosial media soal lapas kelas 2 Cibinong yang dapat fasilitas mewah. Tanggapan Pak Ketua?
Ketua MPR:
WRT: Pak Ketua, apa saja yang krusial dari buku yang baru diluncurkan?
Ketua MPR: Ya, hari ini MPR meluncurkan dua buku. Pertama adalah buku tentang sejarah MPR dalam merawat dan menjaga kedaulatan rakyat. Yang kedua, kita meluncurkan buku tentang memori perubahan konstitusi 99, 2000, 2001 dan 2002. Empat kali amandemen undang-undang dasar 45 itu kita luncurkan kembali dalam satu buku karena perdebatan dalam empat kali perubahan undang-undang dasar, saya kira penting untuk dikaji dan dibaca bagi generasi mendatang. Kami merasa ada keperluan, ada keperluan untuk itu maka MPR menerbitkan kembali buku tersebut.
Dua buku ini adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan karena melakukan perubahan konstitusi atau Undang-Undang Dasar 45 adalah tugas MPR. Salah satu diantara tugas MPR adalah mengamandemen Undang-Undang Dasar 45 selain melantik presiden dan wakil presiden.
Karena itu buku ini penting bagi kita untuk dibaca agar apa yang akan dilakukan karena perdebatan dalam perubahan undang-undang dasar 45 adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pasal-pasal yang kemudian menjadi undang-undang dasar 45. Ini penting sekali supaya para penyelenggara pemerintah bisa memahami itu secara utuh dalam memahami Undang-Undang Dasar 45 hasil amandemen.
WTR: Pak Ketua, ini yang lagi ramai di sosial media soal lapas kelas 2 Cibinong yang dapat fasilitas mewah. Tanggapan Pak Ketua?
Ketua MPR: