Menteri Kebudayaan Resmikan Museum Bing Slamet, Hidupkan Warisan Sang Maestro Bagi Generasi Mendatang
Tim langit 7
Senin, 28 September 2026 - 05:27 WIB
Menteri Kebudayaan Resmikan Museum Bing Slamet, Hidupkan Warisan Sang Maestro Bagi Generasi Mendatang
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meresmikan Museum Bing Slamet yang berlokasi di Jalan Arimbi No. 7, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, bertepatan dengan peringatan Hari Komedi Nasional dan hari kelahiran Bing Slamet. Peresmian ini menjadi bentuk penghormatan kepada Bing Slamet sebagai salah satu maestro seni Indonesia yang memiliki perjalanan panjang di dunia musik, lawak, film, sekaligus turut berkontribusi dalam perjuangan kemerdekaan dan perkembangan kebudayaan Indonesia.
Museum Bing Slamet dibangun oleh Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Sejarah dan Permuseuman dengan memanfaatkan rumah peninggalan sang maestro. Bangunan rumah dipertahankan dengan arsitektur dan ruang-ruang aslinya melalui renovasi ringan untuk menjaga nilai historis sekaligus menghadirkan pengalaman sejarah yang lebih dekat kepada masyarakat.
Menteri Kebudayaan mengatakan bahwa peresmian Museum Bing Slamet bertepatan dengan peringatan Hari Komedi Nasional. Peringatan tersebut juga bertepatan dengan hari lahir Bing Slamet pada 27 September 1927 dan menjadi momentum untuk mengenang kiprah salah satu tokoh penting dalam sejarah seni dan komedi Indonesia.
“Rumah ini adalah tempat perjumpaan. Di rumah ini saya dengar juga karena saya pernah menulis buku tentang Idris Sardi, dan juga saya mendengar cerita-cerita dari para seniman budayawan adalah tempat bertemu, perjumpaan, dialog, diskusi dari para seniman budayawan di zaman itu khususnya di tahun-tahun 50-an, 60-an, dan 70-an,” ungkap Menbud.
Menbud juga menyampaikan harapannya agar keberadaan Museum Bing Slamet dapat berkembang menjadi salah satu kantong atau enklaf budaya di tengah masyarakat Johar Baru, sekaligus menjadi salah satu pusat budaya yang dapat diakses dan didukung oleh masyarakat sekitar.
“Yang paling penting masyarakat yang ada di sini mendukung supaya museum ini menjadi salah satu pusat budaya dan juga menjadi tempat untuk belajar, untuk mengapresiasi, mengenang, dan juga memberikan inspirasi agar nanti lahir seniman dan budayawan seperti Bing Slamet di masa mendatang,” jelas Menbud.
Direktur Jenderal Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Restu Gunawan, dalam laporannya menyampaikan bahwa kehadiran Museum Bing Slamet merupakan bagian dari komitmen Kementerian Kebudayaan untuk memastikan museum hadir sebagai ruang publik yang relevan, edukatif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. “Kementerian Kebudayaan pada tahun 2026 melakukan revitalisasi terhadap sekitar 200 museum dan cagar budaya secara bertahap. Museum Bing Slamet menjadi salah satu museum yang ditata dan diselesaikan pada tahun ini setelah sebelumnya dimulai pembangunannya saat penetapan Hari Komedi Nasional pada tahun 2025,” paparnya.
Museum Bing Slamet dibangun oleh Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Sejarah dan Permuseuman dengan memanfaatkan rumah peninggalan sang maestro. Bangunan rumah dipertahankan dengan arsitektur dan ruang-ruang aslinya melalui renovasi ringan untuk menjaga nilai historis sekaligus menghadirkan pengalaman sejarah yang lebih dekat kepada masyarakat.
Menteri Kebudayaan mengatakan bahwa peresmian Museum Bing Slamet bertepatan dengan peringatan Hari Komedi Nasional. Peringatan tersebut juga bertepatan dengan hari lahir Bing Slamet pada 27 September 1927 dan menjadi momentum untuk mengenang kiprah salah satu tokoh penting dalam sejarah seni dan komedi Indonesia.
“Rumah ini adalah tempat perjumpaan. Di rumah ini saya dengar juga karena saya pernah menulis buku tentang Idris Sardi, dan juga saya mendengar cerita-cerita dari para seniman budayawan adalah tempat bertemu, perjumpaan, dialog, diskusi dari para seniman budayawan di zaman itu khususnya di tahun-tahun 50-an, 60-an, dan 70-an,” ungkap Menbud.
Menbud juga menyampaikan harapannya agar keberadaan Museum Bing Slamet dapat berkembang menjadi salah satu kantong atau enklaf budaya di tengah masyarakat Johar Baru, sekaligus menjadi salah satu pusat budaya yang dapat diakses dan didukung oleh masyarakat sekitar.
“Yang paling penting masyarakat yang ada di sini mendukung supaya museum ini menjadi salah satu pusat budaya dan juga menjadi tempat untuk belajar, untuk mengapresiasi, mengenang, dan juga memberikan inspirasi agar nanti lahir seniman dan budayawan seperti Bing Slamet di masa mendatang,” jelas Menbud.
Direktur Jenderal Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Restu Gunawan, dalam laporannya menyampaikan bahwa kehadiran Museum Bing Slamet merupakan bagian dari komitmen Kementerian Kebudayaan untuk memastikan museum hadir sebagai ruang publik yang relevan, edukatif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. “Kementerian Kebudayaan pada tahun 2026 melakukan revitalisasi terhadap sekitar 200 museum dan cagar budaya secara bertahap. Museum Bing Slamet menjadi salah satu museum yang ditata dan diselesaikan pada tahun ini setelah sebelumnya dimulai pembangunannya saat penetapan Hari Komedi Nasional pada tahun 2025,” paparnya.