home global news

Disebut Pemuda jika Ini Loh Saya, Bukan Ini Loh Bapak Saya

Kamis, 28 Oktober 2021 - 18:55 WIB
Ilustrasi seorang pemuda mengejar impian dengan kerja keras kemandirian bukan karena nama besar sang ayah. Foto: Langit7.id/iStock
Kemuliaan dan kehebatan seorang anak sebenarnya bukan karena kehebatan dan kejayaan orang tuanya. Tidak ada jaminan anak kyai akan menjadi ulama dan juga anak seorang yang terpandang akan terhormat di sisi manusia.

Karena sejatinya, seorang pemuda adalah mereka yang berani mengatakan kepada khalayak inilah saya, inilah hasil dan prestasi saya, bukan mengatakan inilah bapak saya, inilah kehebatan bapak saya. Sebagaimana Ali bin Abi Thalib karramallâhu wajhah mengungkapkan:

Baca Juga:Sejarawan: Istilah Sumpah Pemuda Tidak Tercetus dalam Kongres Pemuda 28 Oktober

لَيْسَ الْفَتىَ مَنْ يَقُوْلُ كَانَ أَِبيْ، وَلـٰكِنَّ الْفَتىَ مَنْ يَقُوْلُ هٰـأَنَاذَا

"Sesungguhnya pemuda itu ialah yang berani berkata inilah diriku, dan bukanlah pemuda itu yang berkata inilah ayahku”.

Sebuah syair yang indah, mengandung nasihat mulia termaktub dalam kitab Ta'lim al-Muta'allim" menyatakan:

فَكَمْ عَبْـدٍ يَقُوْمُ مَقَـامَ حُرٍّ * وَكَمْ حُرٍّ يَقُوْمُ مَقَـامَ عَبْـدٍ
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
sumpah pemuda hari sumpah pemuda mahfudzot pemuda islam peran pemuda
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya