home edukasi & pesantren

Kerap Disebut Kampungan, Sarung dan Peci Justru Jadi Identitas Bangsa

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:32 WIB
Kerap Disebut Kampungan, Sarung dan Peci Justru Jadi Identitas Bangsa. Foto: Pexels.
Menteri Agama Nasaruddin Umarmenegaskan bahwa tradisi mengenakan sarung dan peci merupakan bagian dari identitas kebangsaan sekaligus mencerminkan nilai spiritual masyarakat Indonesia. Lebih dari sekadar busana, sarung dinilai mengandung filosofi persatuan, kesetaraan, dan kebebasan.

Menurut Nasaruddin, keberagaman warna dan motif sarung dari berbagai daerah juga menjadi penanda kekayaan budaya Nusantara. Ciri khas tersebut memungkinkan masyarakat mengenali identitas suatu wilayah melalui busana tradisionalnya.

Baca juga: Tren Baju Lebaran untuk Pria, Koko Kurta dan Celana Sarung untuk Tampil Up To Date

“Sarung itu juga memiliki filosofis. Sarung itu (berbentuk) bundar. (Artinya) sarung itu menyatukan, sarung itu simbol kesetaraan, sarung itu adalah simbol kebebasan,” ujar Nasaruddin di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Selain sarung, Menag menyoroti peran peci dalam tradisi adat dan keagamaan di Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa pada masa tertentu, di sejumlah wilayah, peci menjadi bagian dari ketentuan bagi orang yang hendak memberikan kesaksian di persidangan. Penggunaan peci saat itu dipandang berkaitan dengan kewibawaan dan kebenaran.

Seiring perkembangannya, peci juga menjadi bagian dari busana kebangsaan yang digunakan oleh masyarakat lintas agama dalam berbagai kegiatan kenegaraan.

Nasaruddin mengajak seluruh insan Kementerian Agama (Kemenag) untuk menjaga sekaligus mengembangkan tradisi bersarung. Menurutnya, pelestarian budaya perlu berjalan beriringan dengan inovasi agar model sarung dan peci tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya