DPR Dukung MUI-Forkomnas Tolak Andrea Bocelli, Ingatkan Komitmen Pemerintah Bela Palestina
Lusi mahgriefie
Ahad, 25 Oktober 2026 - 10:56 WIB
Ketua BKSAP DPR RI, Syahrul Aidi Maazat
Penolakan terhadap rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia kini datang dari Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Syahrul Aidi Ma'azat. Ia mengaku mendukung sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Komunikasi Nasional (Forkomnas) terkait hal tersebut.
Syahrul Aidi meminta pemerintah mencermati aspirasi tersebut secara serius dan memastikan setiap kebijakan tetap selaras dengan komitmen Indonesia, dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina serta menolak segala bentuk penjajahan.
Konser penyanyi asal Italia tersebut dijadwalkan digelar pada Sabtu, 31 Oktober 2026 di kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang itu. Menurut Syahrul, persoalan ini bukan tentang penolakan terhadap seni atau musik internasional, melainkan pertimbangan moral dan kemanusiaan atas rekam jejak serta keterkaitan figur publik dengan dukungan terhadap Israel, di tengah penderitaan rakyat Palestina akibat konflik berkepanjangan dan pendudukan.
"Indonesia tidak menolak seni, musik, maupun pertukaran budaya yang memperkaya peradaban. Namun, kita juga tidak boleh mengabaikan sensitivitas kemanusiaan ketika rakyat Palestina terus menghadapi penderitaan. Pemerintah perlu mempertimbangkan persoalan ini secara serius, objektif, dan konsisten," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (25/10/2026).
Baca juga: Menbud Sebut Belum Temukan Bukti Andrea Bocelli Dukung Israel, Konsernya Justru Berdampak Ekonomi
Sebagai Ketua BKSAP, ia mengingatkan bahwa pemerintah perlu menerapkan prinsip yang sama sebagaimana dalam keputusan sebelumnya terkait rencana konser yang menuai keberatan karena keterkaitannya dengan dukungan terhadap Israel.
Konsistensi kebijakan, lanjutnya, merupakan hal penting agar komitmen Indonesia terhadap Palestina tidak berhenti pada pernyataan diplomatik.
Syahrul Aidi meminta pemerintah mencermati aspirasi tersebut secara serius dan memastikan setiap kebijakan tetap selaras dengan komitmen Indonesia, dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina serta menolak segala bentuk penjajahan.
Konser penyanyi asal Italia tersebut dijadwalkan digelar pada Sabtu, 31 Oktober 2026 di kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang itu. Menurut Syahrul, persoalan ini bukan tentang penolakan terhadap seni atau musik internasional, melainkan pertimbangan moral dan kemanusiaan atas rekam jejak serta keterkaitan figur publik dengan dukungan terhadap Israel, di tengah penderitaan rakyat Palestina akibat konflik berkepanjangan dan pendudukan.
"Indonesia tidak menolak seni, musik, maupun pertukaran budaya yang memperkaya peradaban. Namun, kita juga tidak boleh mengabaikan sensitivitas kemanusiaan ketika rakyat Palestina terus menghadapi penderitaan. Pemerintah perlu mempertimbangkan persoalan ini secara serius, objektif, dan konsisten," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (25/10/2026).
Baca juga: Menbud Sebut Belum Temukan Bukti Andrea Bocelli Dukung Israel, Konsernya Justru Berdampak Ekonomi
Sebagai Ketua BKSAP, ia mengingatkan bahwa pemerintah perlu menerapkan prinsip yang sama sebagaimana dalam keputusan sebelumnya terkait rencana konser yang menuai keberatan karena keterkaitannya dengan dukungan terhadap Israel.
Konsistensi kebijakan, lanjutnya, merupakan hal penting agar komitmen Indonesia terhadap Palestina tidak berhenti pada pernyataan diplomatik.