Menilik Karakter Pemuda Islam yang Ideal Menurut Buya Hamka
Muhajirin
Jum'at, 29 Oktober 2021 - 09:10 WIB
ilustrasi pemuda dan pemudi Islam (foto: langit7.id/istock)
Pemuda merupakan tumpuan harapan bangsa. Namun sayangnya tak sedikit pemuda gagal menemukan jati dirinya. Lalu seperti apa sosok ideal pemuda?.
Dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta, Dr. Saiful Bahri, Lc, MA, memaparkan ciri-ciri pemuda ideal. Pemuda ideal digambarkan Al-Qur’an dalam surah Al-Kahfi ayat 13. Allah Ta’ala berfirman:
“Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.”
“Hudan itu petunjuk. Petunjuk itu bukan sekadar ide dan gagasan. Tapi ide itu brilian dan aplikatif, strategi, bisa dilaksanakan, dan bisa dikembangkan,” kata Ustadz Saiful dalam kajian serial Jejak Hamka secara daring, Kamis (28/10/2021) malam.
Berdasarkan ayat di atas, pemuda ideal itu pertama beriman dan bertakwa dengan menanamkan tauhid pada setiap perbuatan. Beribadah dengan baik dalam menjalankan syariat Islam dan syiar agama, sehingga berani bercita-cita tinggi, mandiri, optimis, dan merdeka.
Pemuda juga harus menjaga identitas bangsa yakni menjaga warisan bangsa dan nilai-nilai positif dari serangan budaya negatif. Pemuda juga harus kreatif dan produktif dengan menghargai waktu dan menggunakannya dengan baik.
Pemuda harus berpikir kolaboratif, mampu bekerjasama dan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam kebaikan. Tidak mungkin membangun bangsa ini sendirian. Berpikir kolaboratif ini perlu momen, kecerdasan, dan kesempatan.
Dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta, Dr. Saiful Bahri, Lc, MA, memaparkan ciri-ciri pemuda ideal. Pemuda ideal digambarkan Al-Qur’an dalam surah Al-Kahfi ayat 13. Allah Ta’ala berfirman:
“Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.”
“Hudan itu petunjuk. Petunjuk itu bukan sekadar ide dan gagasan. Tapi ide itu brilian dan aplikatif, strategi, bisa dilaksanakan, dan bisa dikembangkan,” kata Ustadz Saiful dalam kajian serial Jejak Hamka secara daring, Kamis (28/10/2021) malam.
Berdasarkan ayat di atas, pemuda ideal itu pertama beriman dan bertakwa dengan menanamkan tauhid pada setiap perbuatan. Beribadah dengan baik dalam menjalankan syariat Islam dan syiar agama, sehingga berani bercita-cita tinggi, mandiri, optimis, dan merdeka.
Pemuda juga harus menjaga identitas bangsa yakni menjaga warisan bangsa dan nilai-nilai positif dari serangan budaya negatif. Pemuda juga harus kreatif dan produktif dengan menghargai waktu dan menggunakannya dengan baik.
Pemuda harus berpikir kolaboratif, mampu bekerjasama dan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam kebaikan. Tidak mungkin membangun bangsa ini sendirian. Berpikir kolaboratif ini perlu momen, kecerdasan, dan kesempatan.