MUI Ajak Warga Kibarkan Bendera Setengah Tiang Protes Konser Bocelli
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat dan umat Islam di Indonesia untuk menggelar aksi protes simbolik secara serentak. Salah satu bentuk aksi yang dianjurkan adalah dengan mengibarkan bendera merah putih serta bendera Palestina secara berdampingan dalam posisi setengah tiang.
Aksi simbolik tersebut dimaksudkan sebagai wujud nyata penolakan sekaligus ungkapan kedukaan atas tetap dilanjutkannya agenda konser musisi asal Italia, Andrea Bocelli, yang dijadwalkan berlangsung di Magelang, Jawa Tengah, serta Kemayoran, Jakarta Pusat, pada akhir Oktober 2026 ini.
"Bisa juga saya senang kalau seandainya mulai pada hari-hari ini atau mulai besok itu sudah mulai terpasang bendera setengah tiang, bendera RI maupun bendera Palestina. Di mana-mana dijejerkan, untuk menunjukkan kita berduka atas kehadiran Andrea Bocelli. Ini simbolik yang saya kira penting," ungkap Prof Sudarnoto, dikutip laman MUI, Kamis (29/10/2026).
Baca Juga:Hasil Pemilu Israel: Tidak Ada Pemenang Yang Pasti, Warga Arab Jadi Penentu
Selain pemasangan bendera setengah tiang, pihak MUI turut mendorong berbagai elemen masyarakat untuk menyuarakan penolakan melalui jalur yang damai, konstitusional, dan bermartabat. Langkah tersebut dapat ditempuh melalui penyampaian pernyataan sikap resmi kepada instansi pemerintah pemberi izin, melayangkan nota keberatan kepada pihak promotor atau manajemen acara, hingga memasang baliho penolakan di berbagai titik strategis.
Terkait adanya kemungkinan aksi unjuk rasa di lapangan, MUI menilai kegiatan tersebut sebagai bagian dari hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan aspirasi. Kendati demikian, pihak MUI berharap aksi demonstrasi dapat dilangsungkan secara tertib, damai, serta mendapat pengawalan yang baik dari aparat penegak hukum tanpa tindakan represif maupun pembungkaman.
"Aspirasi harus didengar betul. Supaya bukan masyarakat Indonesia saja, tapi masyarakat internasional tahu bahwa kehadiran Andrea Bocelli ditolak oleh bangsa Indonesia," tegasnya menambahkan.