Menteri PKP Apresiasi Terobosan BTN, Perkuat Pembiayaan untuk Percepatan Program 3 Juta Rumah
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkuat dukungannya terhadap Program 3 Juta Rumah melalui perluasan akses pembiayaan dan pengembangan berbagai inovasi di sektor perumahan. Selain menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), BTN mengoptimalkan Kredit Program Perumahan (KPP) serta mengembangkan solusi pembiayaan untuk meningkatkan ketersediaan dan kelayakan hunian masyarakat.
Upaya tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dalam pertemuan dengan Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu beserta jajaran direksi di Jakarta, Senin (2/11/2026). “BTN memiliki terobosan-terobosan baru yang baik dan bagus dalam mendukung percepatan progres rumah subsidi FLPP,” ujar Maruarar.
Ia juga mengapresiasi kontribusi BTN dalam mendukung program perumahan nasional, khususnya melalui penyaluran FLPP dan KPP. “Saya berterima kasih atas capaian-capaian yang telah dilakukan BTN dalam mendukung Kementerian PKP terkait program perumahan, khususnya rumah subsidi FLPP dan KUR Perumahan,” katanya. Percepatan Program 3 Juta Rumah membutuhkan sinergi pemerintah, BP Tapera, pengembang, dan industri perbankan.
Penyaluran FLPP sendiri melibatkan sejumlah bank, termasuk BTN dan Bank Syariah Nasional (BSN), untuk memperluas akses masyarakat terhadap rumah subsidi. Di luar program FLPP, BTN turut memperkuat ekosistem perumahan melalui KPP yang mencakup pembiayaan dari sisi penyediaan (supply) maupun permintaan (demand). Berdasarkan data yang telah dipublikasikan sebelumnya, penyaluran KPP BTN secara kumulatif mencapai Rp7,4 triliun, terdiri atas Rp5,4 triliun KPP Supply dan Rp2 triliun KPP Demand.
Kembangkan Pembiayaan Tambahan dan Rumah Layak Huni
Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan BTN adalah Home Power. Skema ini dirancang sebagai pembiayaan tambahan untuk membantu masyarakat melengkapi kebutuhan rumah agar lebih siap ditempati. Program tersebut masih dalam tahap uji coba di Bogor dengan target awal 40 unit rumah. Melalui skema ini, pengembang terlebih dahulu menyelesaikan pembangunan rumah.
BTN kemudian dapat memberikan tambahan pembiayaan hingga 30 persen dari plafon awal untuk kebutuhan pengisian atau perlengkapan rumah, sesuai ketentuan yang berlaku. Direktur Utama BTN Nixon L.P.
Napitupulu mengatakan inovasi tersebut bertujuan membantu masyarakat memiliki rumah yang tidak hanya dapat dibeli, tetapi juga siap digunakan. “Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya bisa membeli rumah, tetapi juga memiliki kemampuan untuk melengkapi kebutuhan di dalamnya.
Karena itu, kami menawarkan pembiayaan dengan bunga yang terjangkau agar masyarakat tidak perlu mencari pinjaman dari pihak lain yang bunganya lebih tinggi,” ujar Nixon. BTN juga mengembangkan program KPR Recycle untuk mengoptimalkan pemanfaatan rumah eksisting yang dapat dipasarkan kembali kepada masyarakat.