Strategi Ganjar Pranowo Menuju Pilpres 2024 Tiru Presiden Jokowi
Arif purniawan
Jum'at, 29 Oktober 2021 - 19:59 WIB
Ganjar Pranowo (kanan) saat bertemu dengan Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman. (foto: istimewa)
Road show yang dilakukan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dengan mendatangi langsung masyarakat Jawa Tengah dan warga Papua dan Maluku Utara, belum lama ini, dinilai mirip yang dilakukan Jokowi untuk menaikkan elektabilitas.
Ganjar Pranowo hadir di Papua dalam rangka memberi dukungan atlet PON dan di Maluku Utara, memberi semangat kepada 20 peserta Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist (STQH) XXVI. Di Maluku Utara, orang nomor satu di Jateng itu juga sempat berduskusi dengan komunitas pemuda di sana hingga larut malam.
Dosen FISIP Undip Semarang Yulianto menyampaikan, Ganjar Pranowo tidak memiliki trah Bung Karno, sama dengan Presiden Joko Widodo. Hanya saja Ganjar memiliki strategi yang cerdas untuk meningkatkan elektabilitas dan kepercayaan publik dengan membangun komunikasi politik di sejumlah daerah.
“Banyaknya dukungan dari masyarakat akar rumput, Ganjar ingin meningkatkann elektabilitas di mata Megawati yang punya hak prerogatif dalam menetapkan calon presiden,” ujarnya, Jumat (29/10).
Baca juga:Curah Hujan Meningkat hingga Desember, Waspada Tanah Longsor di Jateng
Meski saat ini di internal PDIP sendiri masih terjadi polemik dan Ganjar Pranowo didiskreditkan, karena namanya selalu muncul dalam lembaga survei, tapi beliau tidak pernah menanggapi hal itu. Hal ini juga pernah terjadi ketika Joko Widodo, saat masih menjadi Gubernur DKI dan namanya masuk dalam bursa Capres juga terjadi gejolak.
Ganjar Pranowo hadir di Papua dalam rangka memberi dukungan atlet PON dan di Maluku Utara, memberi semangat kepada 20 peserta Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist (STQH) XXVI. Di Maluku Utara, orang nomor satu di Jateng itu juga sempat berduskusi dengan komunitas pemuda di sana hingga larut malam.
Dosen FISIP Undip Semarang Yulianto menyampaikan, Ganjar Pranowo tidak memiliki trah Bung Karno, sama dengan Presiden Joko Widodo. Hanya saja Ganjar memiliki strategi yang cerdas untuk meningkatkan elektabilitas dan kepercayaan publik dengan membangun komunikasi politik di sejumlah daerah.
“Banyaknya dukungan dari masyarakat akar rumput, Ganjar ingin meningkatkann elektabilitas di mata Megawati yang punya hak prerogatif dalam menetapkan calon presiden,” ujarnya, Jumat (29/10).
Baca juga:Curah Hujan Meningkat hingga Desember, Waspada Tanah Longsor di Jateng
Meski saat ini di internal PDIP sendiri masih terjadi polemik dan Ganjar Pranowo didiskreditkan, karena namanya selalu muncul dalam lembaga survei, tapi beliau tidak pernah menanggapi hal itu. Hal ini juga pernah terjadi ketika Joko Widodo, saat masih menjadi Gubernur DKI dan namanya masuk dalam bursa Capres juga terjadi gejolak.