LANGIT7.ID, Semarang - Road show yang dilakukan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dengan mendatangi langsung masyarakat Jawa Tengah dan warga Papua dan Maluku Utara, belum lama ini, dinilai mirip yang dilakukan Jokowi untuk menaikkan elektabilitas.
Ganjar Pranowo hadir di Papua dalam rangka memberi dukungan atlet PON dan di Maluku Utara, memberi semangat kepada 20 peserta Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist (STQH) XXVI. Di Maluku Utara, orang nomor satu di Jateng itu juga sempat berduskusi dengan komunitas pemuda di sana hingga larut malam.
Dosen FISIP Undip Semarang Yulianto menyampaikan, Ganjar Pranowo tidak memiliki trah Bung Karno, sama dengan Presiden Joko Widodo. Hanya saja Ganjar memiliki strategi yang cerdas untuk meningkatkan elektabilitas dan kepercayaan publik dengan membangun komunikasi politik di sejumlah daerah.
“Banyaknya dukungan dari masyarakat akar rumput, Ganjar ingin meningkatkann elektabilitas di mata Megawati yang punya hak prerogatif dalam menetapkan calon presiden,” ujarnya, Jumat (29/10).
Baca juga:
Curah Hujan Meningkat hingga Desember, Waspada Tanah Longsor di Jateng Meski saat ini di internal PDIP sendiri masih terjadi polemik dan Ganjar Pranowo didiskreditkan, karena namanya selalu muncul dalam lembaga survei, tapi beliau tidak pernah menanggapi hal itu. Hal ini juga pernah terjadi ketika Joko Widodo, saat masih menjadi Gubernur DKI dan namanya masuk dalam bursa Capres juga terjadi gejolak.
“Ganjar cerdas dalam menempatkan diri, karena tidak mau ada di pusaran konflik, “ kata Yulianto.
Yulianto menilai, meski ada peluang, kecil kemungkinan seorang Ganjar Pranowo akan mencalonkan diri, melalui partai di luar dari PDI Perjuangan. Pasalnya Ganjar ini merupakan seorang politisi nasionalis yang loyal kepada partai, dan taat dengan instruksi partai, seperti Presiden Joko Widodo.
“Kalaupun mencalonkan di luar PDIP, besar kemungkinan akan kalah. Karena sejauh ini dukungan terbanyak berasal dari masyarakat akar rumput, dan itu merupakan basis dukungan dari PDIP, “ kata dia.
Dikatakan, jika sebelumnya Ganjar banyak bersosialisasi dan membangun komunikasi politik melalui media sosial, tapi saat ini ia lebih intens membangun jaringan sosial politik secara riil dengan terjung langsung ke bawah. Ini dalam rangka meningkatkan popularitas.
“Hal ini cukup efektif, karena rata-rata di lembaga survei Ganjar Pranowo selalu berada di posisi tiga besar,” ujar dia.
Sebelumnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat ditanya terkait dengan pencalonan presiden tidak mau mengomentari hal itu. Beberapa kali enggan menanggapi dan hanya menjawab diplomatis.
“Saya diperintahkan Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDIP untuk ngurusi Covid-19,” kata Ganjar.
(sof)