home global news

Ketum PBNU Minta Tradisi Kaji Kitab Kuning Dipertahankan

Jum'at, 29 Oktober 2021 - 23:05 WIB
Ketua Umum PBNU, KH Said Agil Siradj. (Foto: NU online)
Sebagai organisasi yang lahir sejak tahun 1926, Nahdlatul Ulama terus menjaga kekayaan maraji’ (referensi) yang luar biasa melimpah dalam kutubut turats atau kitab kuning. Hal ini disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj dari Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (29/10).



“Kita punya kelebihan maraji’, kutubut turats. Ini bagian dari tsanawat khadariyah,bagian dari kekayaan budaya kita, maka harus dipertahankan,” kata Kiai Said dalam keterangannya.

Baca juga:Ziarah ke Sayyid Idrus, Ketum PBNU: Beliau Merupakan Guru dan Teladan Pendidikan



Menurut dia, dengan kekayaan kitab kuning ini, masalah-masalah keagamaan menyangkut hukum bunga Bank, hukum Cryptocurrency, dan masalah-masalah aktual lainnya, jika dibahas di Bahtsul Masail NU, bisa segera ditemukan rekomendasi fatwa dan pemecahannya.

Ia menambahkan, sebagaimana sejarah berdirinya, NU memiliki tiga pilar, yakni Tasywirul Afkar, Nahdlatut Tujjar, dan Nahdlatul Wathan. Sebagai pemegang komando estafet kepemimpinan PWNU yang baru, ia memproyeksikan ke depan, NU Sulteng akan memperkuat ketiga pilar ini secara berimbang.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya