Jelang Muktamar, Isu Kerja Sama NU dengan Israel Mencuat
Ahmad zuhdi
Sabtu, 30 Oktober 2021 - 22:35 WIB
Bendera dengan Lambang Nahdlatul Ulama. Foto: Istimewa
Diskursus mengenai hubungan diplomasi dengan Israel terkait isu Palestina kian membelah dalam dua kutub. Dinamika yang berkembang jelang Muktamar NU, satu pihak menjalankan diplomasi tertutup dengan membatasi kerjasama dengan Israel.
Di pihak lain berpendapat, masih dibutuhkan diplomasi terbuka dua arah dengan Negara yang kerap berkelit janji itu. Dialektika seputar positioning NU menyoal agresi tanpa henti Israel atas Palestina ini mengemuka seiring rivalitas KH Said Aqil Siroj dan KH Yahya Staquf yang kian menghangat jelang Muktamar ke-34 NU di Lampung.
Baca Juga:Said Aqil Siradj dan Yahya Cholil Staquf Diprediksi Bakal Head to Head di Muktamar NU
"Itu saya setuju dengan Pak Kiai Said. Kenapa sangat tidak membuka ruang kerjasama dengan Yahudi? Alam bawah sadarnya sudah Al-Qur'an. Beliau pijakannya Nash," kata Ketua PWNU Sulawesi Tengah KH Lukman S Taher dalam keterangannya, dikutip Sabtu (30/10).
Sebelumnya, menyitir beberapa ayat muhkamat, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menjelaskan bahwa adanya suatu kaum yang sangat membenci Islam jauh hari sudah dinyatakan sendiri oleh Allah dalam Al Qur'an.
Gerakan politiknya licin dan massif dalam mempengaruhi keimanan dan akidah. Mereka, ungkap dia, tidak akan mudah menyerah sampai umat Islam benar-benar menghinakan diri sehingga mengikuti millah (agama) mereka. Mereka, juga tidak pernah benar-benar menginginkan perdamaian.
Baca Juga:Larang Beropini Sebar Aib di Medsos, Ini 9 Rekomendasi PWNU Jateng untuk Muktamar
Di pihak lain berpendapat, masih dibutuhkan diplomasi terbuka dua arah dengan Negara yang kerap berkelit janji itu. Dialektika seputar positioning NU menyoal agresi tanpa henti Israel atas Palestina ini mengemuka seiring rivalitas KH Said Aqil Siroj dan KH Yahya Staquf yang kian menghangat jelang Muktamar ke-34 NU di Lampung.
Baca Juga:Said Aqil Siradj dan Yahya Cholil Staquf Diprediksi Bakal Head to Head di Muktamar NU
"Itu saya setuju dengan Pak Kiai Said. Kenapa sangat tidak membuka ruang kerjasama dengan Yahudi? Alam bawah sadarnya sudah Al-Qur'an. Beliau pijakannya Nash," kata Ketua PWNU Sulawesi Tengah KH Lukman S Taher dalam keterangannya, dikutip Sabtu (30/10).
Sebelumnya, menyitir beberapa ayat muhkamat, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menjelaskan bahwa adanya suatu kaum yang sangat membenci Islam jauh hari sudah dinyatakan sendiri oleh Allah dalam Al Qur'an.
Gerakan politiknya licin dan massif dalam mempengaruhi keimanan dan akidah. Mereka, ungkap dia, tidak akan mudah menyerah sampai umat Islam benar-benar menghinakan diri sehingga mengikuti millah (agama) mereka. Mereka, juga tidak pernah benar-benar menginginkan perdamaian.
Baca Juga:Larang Beropini Sebar Aib di Medsos, Ini 9 Rekomendasi PWNU Jateng untuk Muktamar