LANGIT7.ID, Jakarta - Diskursus mengenai hubungan diplomasi dengan Israel terkait isu Palestina kian membelah dalam dua kutub. Dinamika yang berkembang jelang Muktamar NU, satu pihak menjalankan diplomasi tertutup dengan membatasi kerjasama dengan Israel.
Di pihak lain berpendapat, masih dibutuhkan diplomasi terbuka dua arah dengan Negara yang kerap berkelit janji itu. Dialektika seputar positioning NU menyoal agresi tanpa henti Israel atas Palestina ini mengemuka seiring rivalitas KH Said Aqil Siroj dan KH Yahya Staquf yang kian menghangat jelang Muktamar ke-34 NU di Lampung.
Baca Juga: Said Aqil Siradj dan Yahya Cholil Staquf Diprediksi Bakal Head to Head di Muktamar NU"Itu saya setuju dengan Pak Kiai Said. Kenapa sangat tidak membuka ruang kerjasama dengan Yahudi? Alam bawah sadarnya sudah Al-Qur'an. Beliau pijakannya Nash," kata Ketua PWNU Sulawesi Tengah KH Lukman S Taher dalam keterangannya, dikutip Sabtu (30/10).
Sebelumnya, menyitir beberapa ayat muhkamat, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menjelaskan bahwa adanya suatu kaum yang sangat membenci Islam jauh hari sudah dinyatakan sendiri oleh Allah dalam Al Qur'an.
Gerakan politiknya licin dan massif dalam mempengaruhi keimanan dan akidah. Mereka, ungkap dia, tidak akan mudah menyerah sampai umat Islam benar-benar menghinakan diri sehingga mengikuti
millah (agama) mereka. Mereka, juga tidak pernah benar-benar menginginkan perdamaian.
Baca Juga: Larang Beropini Sebar Aib di Medsos, Ini 9 Rekomendasi PWNU Jateng untuk Muktamar"Inilah kenapa saya tegas menolak berhubungan dengan mereka. Sejarah sudah banyak membuktikan, mereka ini sulit dipercaya," urai Kiai Said.
Ketua Panitia MKNU yang juga Wakil Sekretaris PWNU Sulteng Ali Hafidz berpendapat, membangun nalar moderat memang tidak cukup dengan modal sikap inklusif dan anti ekstrem semata. Moderasi dalam konteks aswaja harus berangkat dari pemahaman yang mumpuni mencakup isi dan sanad aqidah Asy'ariyah, Maturidiyah, dan seperti apa konstruksi fiqih Syafi'iyah.
Baca Juga: Kiai Muda Jatim Tolak Said Aqil 3 Periode, Ini Alasannya"Soal ideologi, kita sangat membutuhkan penjelasan-penjelasan yang mendalam dan luas seperti disampaikan Kiai Said. Dari situ kita bisa punya perspektif," ujarnya.
Di kutub berbeda, KH Yahya Cholil Staquf atau biasa dipanggil Gus Yahya, terus mendorong untuk membuka hubungan bilateral dengan Israel. Katib 'Aam PBNU ini sempat menuai kritik tajam lantaran lawatan pribadinya ke beberapa elit zionis Israel.
Baca Juga:
KH Said Aqil Tak Keberatan Maju Calon Ketum PBNU Ketiga Kalinya
Kenalan dengan Komunitas NU Backpaker, Hobi Ngaji dan Mendaki(asf)