LANGIT7.ID, Jakarta - Komunitas NU Backpaker merupakan kumpulan pada muda-mudi Nadhliyin yang punya hobi ngaji dan mendaki. Muktamar NU ke-33 di Jombang akan jadi petualangan lokasi mereka lagi.
Komunitas NU Backpacker digagas oleh pemuda Purworejo yang tinggal di 'basecamp sibak' yang menggelar pendakian ke Gunung Sindoro. Dari perjalanan itulah terbesit nama Kelana alias Keluarga Alam Nahdliyyin.
Kemudian menjelang muktamar Kelana berubah nama menjadi NU Backpacker. Anak-anak Nahdliyyin yang suka berkelana itu kemudian pergi backpackeran ke Muktamar dengan tujuan hormat event tertinggi NU dan ngalap barokah.
Sampai saat ini ruh muktamar NU itulah yang menjadi semangat bagi para pengelana ini untuk membawa nilai luhur NU dimana pun mereka berpijak.
Saat ini NU Backpacker telah memiliki jejaring di 22 kota di Indonesia, yang baru saja terbentuk adalah NU Backpacker Bogor pada 2 Oktober kemarin di bukit Cita-Cita.
Selain mendaki, komunitas yang memiliki slogan Ziarah, Ngaji, dan Mendaki juga fokus pada berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.
Secara umum, lingkar pusat (NU Backpacker pusat) membebaskan tiap cabang dan anggopta mengadakan kegiatan apa saja, asalkan positif.
Agenda khas NU Backpacker yang tidak dimiliki komunitas lain adalah silaturahmi atau sowan kepada kiai. Sowan kiai memliki keutamaan tersendiri di kalangan kaum santri. Mereka bisa mendapat wejangan kegamaan bahkan mendapat sangu amalan tertentu.
Ketika sowan kepada KH Abdurrahman Bajuri, murid langsung hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy'ari, pada awal Januari 2021, Lingkar Pusat NU Backpacker bahkan mendapat ijazah atau amalan doa dari KH Abdurrahman agar terlindungi dari kefakiran.
Dari agenda utama, ziarah, mengaji, dan mendaki, masing-masing cabang NU Backpaker juga biasanya memiliki agenda khasnya.
Misalnya adalah agenda rutin NU Backpacker Ungaran yang bertajuk "Suluk Jancuk." Selain mendaki, camping, tanam pohon, sowan, ziarah dan agenda insidentil atau dadakan lain, anak-anak Ungaran rutin nongkrong setidaknya sebulan sekali.
"Konsisten (istiqamah) bukanlah perkara mudah. Semoga bisa diadopsi dan disesuaikan dengan kondisi atau kebutuhan masing-masing daerah. Meski beberapa daerah juga sudah," tulis lingkar pusat NU Backpacker.
(bal)