LANGIT7.ID-Malang; Presiden RI ke-10, Prabowo Subianto, menyampaikan penghormatan tinggi terhadap Nahdlatul Ulama (NU) sebagai pilar utama kebesaran bangsa. Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan dalam acara puncak peringatan satu abad (Harlah 1 Abad) NU, yaitu Mujahadah Kubro, di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, Ahad (8/2/2026).
Di hadapan ratusan ribu jamaah, Presiden mengungkapkan rasa syukur dan semangat yang selalu ia dapatkan setiap kali berada di tengah-tengah warga NU.
"Setiap kali saya di tengah-tengah NU, saya selalu bahagia. Saya selalu merasakan kesejukan, getaran hati, dan semangat persatuan, keguyuban, serta keinginan untuk menegakkan kedamaian," ujar Prabowo.
Ia secara khusus menyoroti kekuatan dan peran perempuan NU. "Saya merasakan harapan besar atas bangsa dan negara yang adil, apalagi tadi saya merasakan kuatnya tangan emak-emak dari NU. Luar biasa kekuatan emak-emak ini," imbuhnya.
Peran Historis NU dalam Mempertahankan KemerdekaanPresiden Prabowo menegaskan bahwa satu abad perjalanan NU telah membuktikan organisasi ini sebagai penyelamat bangsa di saat-saat kritis.
"Setiap kali Indonesia dalam keadaan bahaya, NU tampil menyelamatkan," tegasnya.
Ia mengajak hadirin mengingat kembali peran sentral NU, khususnya kiai dan ulama Jawa Timur, dalam pertempuran heroik 10 November 1945 di Surabaya. Peristiwa itu, menurutnya, adalah ujian sejati kemerdekaan Indonesia.
"Proklamasi kemerdekaan memang di Jakarta, tapi ujian kemerdekaan diuji di Jawa Timur, di Surabaya. Rakyat Jawa Timur yang dipimpin para kiai dan ulama kita telah membuktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang tidak mau tunduk lagi kepada siapapun," papar Prabowo dengan penuh keyakinan.
Mengutip pelajaran sejarah, Presiden menekankan bahwa kemajuan suatu bangsa mustahil terwujud tanpa kerukunan di antara para pemimpinnya. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan meski terdapat perbedaan pandangan.
"Mari kita bersatu. Boleh bertanding, berdebat, berbeda, tapi di ujungnya semua pemimpin Indonesia dan masyarakat harus rukun menjaga persatuan dan kesatuan," pesannya.
Prabowo juga mengingatkan nilai luhur mikul duwur mendem jero yang diajarkan para kiai, sebagai salah satu kepribadian bangsa Indonesia dalam menyikapi perbedaan.
Suasana Akbar Harlah 1 Abad NUAcara Mujahadah Kubro ini menjadi puncak dari serangkaian kegiatan Harlah 1 Abad NU yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Berdasarkan data panitia tercatat lebih dari 104.541 jamaah yang hadir, terdiri dari perwakilan PCNU se-Jatim dan kader Muslimat NU.
Mereka tiba menggunakan 1.183 bus, 6.465 mobil, dan 5.413 sepeda motor. Kapasitas Stadion Gajayana yang hanya 35.000 kursi ditanggulangi dengan penempatan jamaah di area luar stadion yang dilengkapi videotron, hingga radius 3 kilometer.
Rangkaian kegiatan seabad NU di Jatim telah dimulai sejak awal Januari, meliputi sarasehan pesantren, ziarah, pameran seni, hingga berbagai kegiatan penguatan ekonomi warga NU.
Kehadiran Presiden Prabowo dalam acara ini semakin menegaskan dukungan dan apresiasi pemerintah terhadap peran strategis NU sebagai organisasi masyarakat terbesar di Indonesia yang telah mengabdikan diri selama seabad untuk bangsa dan negara.(*/saf/nu.or.id)
(lam)