Mendes PDTT Ajak Pendamping Desa Sejahterakan Warga melalui BUMDes
Mahmuda attar hussein
Ahad, 31 Oktober 2021 - 14:30 WIB
Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar saat blusukan di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Foto: Kemendes
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menegaskan tenaga pendamping profesional desa mempunyai peran strategis dalam mempercepat pembangunan desa. Salah satunya dengan memanfaatkan potensi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di masing-masing wilayah.
"Saya punya anak kandung yang banyak di sini. Anak kandung Kemendes PDTT namanya tenaga pendamping profesional. Tolong para tenaga pendamping profesional ini diarahkan dan dimanfaatkan semaksimal mungkin," ujar Abdul Halim Iskandar saat blusukan di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (30/10/2021).
Dia menjelaskan tenaga pendamping profesional desa mempunyai tanggung jawab besar. Mereka harus mampu menjadi mitra langsung para perangkat dan warga desa.
“Para tenaga pendamping professional juga harus mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah daerah dengan perangkat dan warga desa. Peran strategis ini harus benar-benar dipahami,” katanya.
Baca juga: Gus Halim: Pemda Berperan Penting Kuatkan Desa
Para tenaga pendamping professional ini, kata Gus Halim-panggilan akrab Abdul Halim Iskandar-menjadi ujung tombak Kemendes PDTT di lapangan. Setiap hari mereka harus melaporkan kinerja melalui aplikasi khusus yang telah disiapkan oleh Kemendes PDTT.
“Kami di kementerian bisa day to day mengetahui perkembangan desa secara real time dari para tenaga pendamping profesional ini,” katanya.
"Saya punya anak kandung yang banyak di sini. Anak kandung Kemendes PDTT namanya tenaga pendamping profesional. Tolong para tenaga pendamping profesional ini diarahkan dan dimanfaatkan semaksimal mungkin," ujar Abdul Halim Iskandar saat blusukan di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (30/10/2021).
Dia menjelaskan tenaga pendamping profesional desa mempunyai tanggung jawab besar. Mereka harus mampu menjadi mitra langsung para perangkat dan warga desa.
“Para tenaga pendamping professional juga harus mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah daerah dengan perangkat dan warga desa. Peran strategis ini harus benar-benar dipahami,” katanya.
Baca juga: Gus Halim: Pemda Berperan Penting Kuatkan Desa
Para tenaga pendamping professional ini, kata Gus Halim-panggilan akrab Abdul Halim Iskandar-menjadi ujung tombak Kemendes PDTT di lapangan. Setiap hari mereka harus melaporkan kinerja melalui aplikasi khusus yang telah disiapkan oleh Kemendes PDTT.
“Kami di kementerian bisa day to day mengetahui perkembangan desa secara real time dari para tenaga pendamping profesional ini,” katanya.