Ciptakan Atmosfer Ruang dengan Panduan Psikologi Warna
Dwitisya Rizky Desindatika
Jum'at, 16 Juli 2021 - 13:00 WIB
Ruang dengan dominasi warna kuning. Foto: Langit7/Istock
Pemilihan warna dalam sebuah ruangan merupakan hal personal bagi penghuninya karena warna berpengaruh menimbulkan atmosfer tertentu.
Melansir Colorshop, berdasarkan panjang gelombangnya, warna dibagi dalam dua kategori yajtu, warna dingin dan warna hangat. Warna dingin memiliki gelombang yang pendek, mulai dari hijau sampai merah ungu. Sedangkan warna hangat memiliki gelombang yang panjang, mulai dari merah sampai kuning hijau.
Tapi tahukah Sobat Langit7 kalau warna dapat berpengaruh pada psikologi? Hal ini disebut psikologi warna. Dalam beberapa penelitian disebutkan setiap warna berperan dalam membentuk pikiran, emosi, keseimbangan dan mood atau suasana hati manusia.
Beberapa warna dapat membahagiakan suasana hati, sebagian lainnya memberikan efek menenangkan bagi pikiran, pun ada psikologi warna yang mengaitkan warna tertentu dengan perasaan sedih dan suram.
Penentuan warna dalam desain interior pun kerap mempertimbangkan efek psikologi yang diharapkan. Selain soal selera, memilih warna yang tepat membuat ruangan terasa lebih nyaman untuk beraktivitas.
Berikut adalah psikologi warna yang sering diterapkan pada ruangan rumah.
Warna merah
Melansir Colorshop, berdasarkan panjang gelombangnya, warna dibagi dalam dua kategori yajtu, warna dingin dan warna hangat. Warna dingin memiliki gelombang yang pendek, mulai dari hijau sampai merah ungu. Sedangkan warna hangat memiliki gelombang yang panjang, mulai dari merah sampai kuning hijau.
Tapi tahukah Sobat Langit7 kalau warna dapat berpengaruh pada psikologi? Hal ini disebut psikologi warna. Dalam beberapa penelitian disebutkan setiap warna berperan dalam membentuk pikiran, emosi, keseimbangan dan mood atau suasana hati manusia.
Beberapa warna dapat membahagiakan suasana hati, sebagian lainnya memberikan efek menenangkan bagi pikiran, pun ada psikologi warna yang mengaitkan warna tertentu dengan perasaan sedih dan suram.
Penentuan warna dalam desain interior pun kerap mempertimbangkan efek psikologi yang diharapkan. Selain soal selera, memilih warna yang tepat membuat ruangan terasa lebih nyaman untuk beraktivitas.
Berikut adalah psikologi warna yang sering diterapkan pada ruangan rumah.
Warna merah