LANGIT7.ID - Pemilihan warna dalam sebuah ruangan merupakan hal personal bagi penghuninya karena warna berpengaruh menimbulkan atmosfer tertentu.
Melansir
Colorshop, berdasarkan panjang gelombangnya, warna dibagi dalam dua kategori yajtu, warna dingin dan warna hangat. Warna dingin memiliki gelombang yang pendek, mulai dari hijau sampai merah ungu. Sedangkan warna hangat memiliki gelombang yang panjang, mulai dari merah sampai kuning hijau.
Tapi tahukah Sobat Langit7 kalau warna dapat berpengaruh pada psikologi? Hal ini disebut psikologi warna. Dalam beberapa penelitian disebutkan setiap warna berperan dalam membentuk pikiran, emosi, keseimbangan dan mood atau suasana hati manusia.
Beberapa warna dapat membahagiakan suasana hati, sebagian lainnya memberikan efek menenangkan bagi pikiran, pun ada psikologi warna yang mengaitkan warna tertentu dengan perasaan sedih dan suram.
Penentuan warna dalam desain interior pun kerap mempertimbangkan efek psikologi yang diharapkan. Selain soal selera, memilih warna yang tepat membuat ruangan terasa lebih nyaman untuk beraktivitas.
Berikut adalah psikologi warna yang sering diterapkan pada ruangan rumah.
Warna merahWarna merah termasuk ke dalam kategori warna hangat. Masih menurut
Colorshop, energi yang dipancarkan oleh warna merah identik dengan kemarahan, kekuatan, hingga cinta, dan gairah.
(ruang makan warna merah)Sobat Langit7 bisa menerapkan warna merah di beberapa ruang seperti ruang keluarga, dan ruang makan untuk membantu menaikkan selera makan.
Variasi warna merah yang bisa diterapkan seperti maroon atau merah terakota yang bisa disesuaikan dengan kondisi luas dan pencahayaan ruangan.
Warna BiruBiru identik dengan nuansa ketenangan, kelembutan bahkan kecerdasan. Ini yang menjadi alasan biru banyak digunakan di beberapa lembaga pendidikan.
![Ciptakan Atmosfer Ruang dengan Panduan Psikologi Warna]()
Dalam rumah, biru bisa dihadirkan di ruang belajar, ruang keluarga atau kamar tidur. Warna yang juga memberikan kesan dingin ini pun memiliki 3 variasi yaitu, biru muda, biru tua, dan biru muda keabuan yang masing-masing memiliki efek psikologis yang berbeda.
KuningKuning juga merupakan warna yang banyak diterapkan di ruang keluarga, kamar tidur, dan dapur. Kuning juga banyak dikombinasikan dengan warna lain seperti hijau muda dan putih.
![Ciptakan Atmosfer Ruang dengan Panduan Psikologi Warna]()
Penerapan warna kuning pada ruangan yang tepat dapat memberi kesan ceria serta memberi rasa optimisme dan meningkatkan kreativitas seseorang.
HijauKeidentikkannya dengan alam dan tumbuhan membuat warna hijau dapat memberi rasa aman, keseimbangan, dan harmoni. Warna hijau pun banyak juga diterapkan di rumah sakit karena juga melambangkan kesehatan.
![Ciptakan Atmosfer Ruang dengan Panduan Psikologi Warna]()
Dalam interior rumah, hijau banyak digunakan sebagai elemen warna di kamar tidur sebagai ruang beristirahat karena membawa perasaan tenang dan damai.
Hijaupun juga baik diterapkan di bebedapa sudut rumah lainnya. Kombinasi warna sangat diperlukan agar tidak cepat bosan.
PutihWarna yang disebut paling netral ini bisa memberikan suasana hati tenang yang menimbulkan efek relaksasi.
![Ciptakan Atmosfer Ruang dengan Panduan Psikologi Warna]()
Selain itu putih dapat membentuk ilusi yang membuat sebuah ruangan menjadi tampak luas, sehingga menjadi warna favorit bagi rumah dengan ruangan sempit.
HitamHitam dapat memberi kesan yang elegan dan mewah dalam ruangan apabila juga dipadukan dengan warna-warna yang tepat seperti putih, dan warna keemasan.
![Ciptakan Atmosfer Ruang dengan Panduan Psikologi Warna]()
Warna hitam mampu ciptakan suasana yang cenderung serius. Warna ini juga sering dipakai untuk menekan nafsu makan yang berlebihan.
Harus diwaspadai juga warna hitam bisa menimbulkan rasa tidak aman dan takut, apalagi jika diterapkan terlalu monokrom pada suatu ruangan.
(arp)