home edukasi & pesantren

Tingkatkan Kompetensi, Guru Didorong jadi Youtuber

Rabu, 03 November 2021 - 18:13 WIB
ilustrasi (foto: pexels)
Guru atau pengajar diharapkan bisa menjadi seorang Youtuber agar tidak terjebak di zona nyaman.

Hal itu disampaikan oleh Rektor Universitas Sains dan Teknologi Komputer (Stekom) Semarang Dr Joseph Teguh Santoso M, Kom.M Kom, saat memberikan sambutan dalam webinar “Menjadi Guru Youtuber” kerjasama dengan Badan Diklat Keagamaan Kota Semarang, Selasa (2/11).

“Misalkan mau zoom, mau live Instagram, dipaksa sedikit agar kompetensi bisa berkembang. Sisi baiknya, kompetensi ini dapat digunakan untuk menambah penghasilan. Ini yang menarik,” kata Joseph.

Baca juga:Mimbar Langit7: Cariustadz.id, Platform Dakwah Hasil dari Pesantren Goes Digital

Joseph menyampaikan, di awal pandemi Covid-19 Universitas Stekom mewajibakan seluruh dosen, termasuk tenaga kependidikan untuk masuk ke dunia youtuberan, yakni punya Youtube sendiri. Pasalnya sekarang ilmu juga bisa didapat di youtube.

“Ketika kita mengajar suatu pelajaran, mau tidak mau seorang pendidik dituntut untuk membandingkan dan melihat, di situlah terjadi peningkatan kompetensi kita. Bagaimana yang lebih baik dari diri kita, penampilannya di kamera, “ ujarnya.

Joseph mencontohkan, ada seorang dosen, sepertinya penyampaian di kelas menurut dia sudah bagus. Menurut dia sendiri, apa yang diajarkan ke siswa sudah cukup, sudah terupdate. Padahal, setelah masuk dunia digital, banyak materi baru dari dalam dan luar negeri lebih baru dan penyampaian lebih menarik.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
guru youtuber
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya