Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 22 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Tingkatkan Kompetensi, Guru Didorong jadi Youtuber

arif purniawan Rabu, 03 November 2021 - 18:13 WIB
Tingkatkan Kompetensi, Guru Didorong jadi Youtuber
ilustrasi (foto: pexels)
LANGIT7.ID, Semarang - Guru atau pengajar diharapkan bisa menjadi seorang Youtuber agar tidak terjebak di zona nyaman.

Hal itu disampaikan oleh Rektor Universitas Sains dan Teknologi Komputer (Stekom) Semarang Dr Joseph Teguh Santoso M, Kom.M Kom, saat memberikan sambutan dalam webinar “Menjadi Guru Youtuber” kerjasama dengan Badan Diklat Keagamaan Kota Semarang, Selasa (2/11).

“Misalkan mau zoom, mau live Instagram, dipaksa sedikit agar kompetensi bisa berkembang. Sisi baiknya, kompetensi ini dapat digunakan untuk menambah penghasilan. Ini yang menarik,” kata Joseph.

Baca juga: Mimbar Langit7: Cariustadz.id, Platform Dakwah Hasil dari Pesantren Goes Digital

Joseph menyampaikan, di awal pandemi Covid-19 Universitas Stekom mewajibakan seluruh dosen, termasuk tenaga kependidikan untuk masuk ke dunia youtuberan, yakni punya Youtube sendiri. Pasalnya sekarang ilmu juga bisa didapat di youtube.

“Ketika kita mengajar suatu pelajaran, mau tidak mau seorang pendidik dituntut untuk membandingkan dan melihat, di situlah terjadi peningkatan kompetensi kita. Bagaimana yang lebih baik dari diri kita, penampilannya di kamera, “ ujarnya.

Joseph mencontohkan, ada seorang dosen, sepertinya penyampaian di kelas menurut dia sudah bagus. Menurut dia sendiri, apa yang diajarkan ke siswa sudah cukup, sudah terupdate. Padahal, setelah masuk dunia digital, banyak materi baru dari dalam dan luar negeri lebih baru dan penyampaian lebih menarik.

“Hal itu mau tidak mau mendorong dosen-dosen bergerak maju, sehingga tidak terlalu memalukan. Dari situlah pendidik mula terpacu, dan siswa bisa membandingkan secara transparan,” katanya.

Baca juga: YouTuber Harus Bawa Kebaikan dan Cegah Keburukan, Begini Panduan MUI

“Dengan demikian siswa bisa membandingkan materi yang lain, sehingga harapan kita, mendorong para siswa untuk mengambil pengetahuan, yang tidak diajarkan di kelas. Algoritma di youtube, sebuah konten akan memberi irekomendasi, saat melihat itu. Misal berbau agama dan politik, maka otomatis, algoritma dari youtube akan merekomendasikan. Konten-konten serupa, untuk kita lihat,” ucapnya.

Dia mencontohkan, siswa ingin belajar mengenai Fisika, maka otomatis akan keluar rekomendasi yag lain, dan disitulah timbul, memotoivasi siswa untuk belajar lebih dalam lagi.

Dengan menggunakan teknologi, siswa kemudian bisa terdorong mengetahui yang lebih dalam lagi. Algoritma ini hampir sama dengan tiktok. "Tapi tiktok lebih banyak hiburannya," tegasnya.

Joseph menyampaikan, di Universitas Stekom sudah 10-20% dosen bisa memberikan teladan. Sebuah kompetisi terjadi. Sebuah pertandingan peningkatan skill bagi guru terjadi. Karena dapat dilihat dari channel Youtube mereka masing-masing, yang digemari, yang pelajaran bagus dan konten juga bagus, itu mendapatkan tambahan subscriber otomatis.

“Ada narasumber hari ini, mulai dari nol sudah 12 ribu subsciber, lebih tinggi dari channel Stekom. Dampaknya apa, efeknya peningkatan penghasilan pakai USD dipotong pajak, itu efek pada saat kita menggunakan Youtube,” urai dia.

Diakuinya, para dosen awal mulanya mengira sedikit berkhayal. Tidak masuk akal, setelah dipraktikan 1,5 tahun antara 10 %-20 % mendapatkan penghasilan dari Youtube. Ini sejalan dengan apa yang dilakukan di keseharian, mengajar secara online dan memperdalam keilmuan. Bisa dilakukan, tanpa terlalu menambah beban kerja.

“Harapan kita, lebih banyak lagi guru-guru/pendidik dan siswanya mulai ikut mengembangkan channel Youtube. Semula dimulai dari kemauan, bukan dengan khayalan terlalu banyak. Kalau tidak dilakukan, ya tidak terjadi apa-apa. Anak SMP saja ada yang jadi Youtuber,” kata dia.

Jika sudah dmeikian, siswa lebih termotivasi, guru juga termotivasi. "Di sini terjadi belajar berkesinambungan, efek sangat bagus bagi pendidikan di Indonesia,” pungkasnya.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 22 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)