LANGIT7.ID, Jakarta - Digitalisasi belum banyak diterapkan di pesantren. Bahkan masih ada anggapan miring seputar dunia digital di banyak pesantren. Namun berbeda dengan Bayt Al-Qur'an, pesantren pasca tahfidz bentukan Prof. Dr. KH. Quraish Shihab ini tak hanya menerapkan digitalisasi dalam pembelajarannya, namun juga dalam memberikan kebermanfaatan kepada umat Islam melalui platform cariustadz.id.
Baca Juga: Bayt Al-Quran, Wadah Para Hafidz Tingkatkan Pemahaman Islam dan Potensi Diri
Inisiator dan CEO Cariustadz.id, Nasywa Shihab, memaparkan tiga latar belakang pendirian platform cariustadz.id. Platform itu membantu menghubungkan ummat dengan ustadz yang ramah dan kompeten di seluruh Indonesia, untuk Islam yang rahmah dan kebaikan bagi semua.
Platform yang lahir pada 2019 itu hadir untuk menjawab beberapa tantangan yang muncul di era digital. Platform ini menjawab kebutuhan ketersediaan ustadz yang keren dan kompeten. Masyarakat dapat melihat profil ustadz sesuai kebutuhan, bisa berdasarkan kekhasan kajian, jenis kelamin serta lokasi.
Ustadz yang tergabung dalam platform tersebut merupakan Dewan Pakar Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ), pengajar PSQ, mitra PSQ, serta alumni program PSQ. Nasywa Shihab membeberkan tiga latar belakang lahirnya platform tersebut.
Pertama, masih banyak masyarakat yang sulit mendapatkan ustadz yang berkompeten. Pengelola PSQ melihat masih ada gap antara kebutuhan umat dan akses kepada ustadz yang berkompeten. Ustadz yang kompeten ini mereka yang paham Al-Qur'an secara utuh dan mampu memberikan contoh-contoh atas pertanyaan-pertanyaan kritis.
Kesulitan mendapatkan ustadz kompeten ini juga merupakan dampak badai informasi di era digital saat ini. Semua orang bisa bersuara dan berpendapat, termasuk dalam hal agama di media sosial. Misalnya terdapat pengguna media sosial baru belajar sedikit, namun bersuara lebih lantang daripada profesor.
“Jadi memang cariustadz.id lahir agar kami bisa melakukan kurasi, terhadap ustadz dan ustadzah yang tergabung untuk meastikan kami dalam membantu umat mendapatkan pengajaran yang tepat dari orang yang tepat,” kata Nasywa Shihab dalam dalam Mimbar LANGIT7.ID bertema ‘Pesantren Goes Digital, Sebuah Keharusan’ secara daring, Rabu (27/10/2021).
Baca Juga: Nasywa Shihab, Psikolog Putri Quraish Shihab yang Berdakwah di Belakang Layar
Dalam hal ini, Bayt Al-Qur’an dan PSQ sebagai ‘dapur’ yang menghasilkan kader-kader mufassir yang kompeten dan moderat. Cariustadz.id sebagai ‘restoran’ yang menampilkan pilihan ustadz-ustadzah dengan berbagai spesifikasi keilmuan.
Kedua, muslim milenial dan semangat beragama secara praktis dan instant semakin meningkat.
Sebenarnya, fenomena peningkatan semangat beragama masyarakat sangat positif dan harus didukung. Maka itu, cariustadz.id turut aktif menghadirkan aneka kegiatan dakwah yang diisi para ustadz dan ustadzah melalui berbagai media digital seperti kajian online, konten video, artikel, fitur konsultasi ‘Tanya Ustadz’, dan ain-lain. Semua ini bisa diakses dengan satu klik melalui smartphone.
“Tujuan besarnya adalah kami ingin mengedukasi masyarakat yang cerdas beragama dan cerdas berbangsa. Jadi, umat muslim yang senantiasa mempraktikkan cara-cara berfikir kritis, berkeadilan, sikap toleransi aktif kepada sesama,” kata wanita yang akrab disapa Caca itu.
Ketiga, bergesernya media dakwah Islam dari mimbar tradisional masjid ke mimbar digital.
Hal Ini sebenarnya menjadi tantangan sekaligus kesempatan untuk para ustadz dalam memperluas dakwah agar dapat diterima lebih banyak jamaah. Itu bisa dilakukan dengan memanfaatkan internet sebagai media dakwah.
Baca Juga: Cariustadz.id, Menjawab Kebutuhan Referensi Ustadz Kompeten di Era DigitalOleh karena itu, salah satu program cariustadz.id adalah fokus pada upgrading skill para ustadz dan ustadzah. Tidak hanya pada pendalaman keilmuan islam, tapi juga pada pelatihan softskill yang dibutuhkan, seperti pelatihan youtuber, lalu SEO (Search Engine Optimisation) untuk ustadz yang mahir berdakwah melalui tulisan dengan menulis artikel dan website.
(jqf)