Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 01 Juni 2026
home sosok muslim detail berita

Nasywa Shihab, Psikolog Putri Quraish Shihab yang Berdakwah di Belakang Layar

Muhajirin Senin, 04 Oktober 2021 - 19:27 WIB
Nasywa Shihab, Psikolog Putri Quraish Shihab yang Berdakwah di Belakang Layar
Nasywa Shihab bersama ayahnya Prof. Dr. Quraish Shihab (foto: Instagram/@nasywashihab)
LANGIT7.ID, Jakarta - Nasywa Shihab, putri Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab bisa dibilang memiliki cara berdakwah yang unik. Ia tak tampil sebagai ustadzah yang berceramah dari masjid ke masjid atau dari majelis ke majelis.

Ia fokus mengatur semua urusan dakwah dari Yayasan Dakwah Lentera Hati yang didirikan Quraish Shihab. Yayasan tersebut memiliki banyak unit seperti Pesantren Bayt Al-Qur'an, Pusat Studi Al-Qur'an (PSQ), Penerbit Lentera Hati hingga yang teranyar adalah platform cariustadz.id. Tak heran jika wanita yang akrab disapa Caca itu bisa disebut sebagai Pendakwah di Belakang Layar.

CEO dan Inisiator cariustadz.id itu menempuh pendidikan S1 di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dengan menjalani Program Double Degree di Queensland University. Dia menerima gelar Bachelor of Arts dan Bachelor of Psychology pada tahun 2005.

Baca Juga: Cariustadz.id, Menjawab Kebutuhan Referensi Ustadz Kompeten di Era Digital

Prof. Dr. Quraish Shihab memang terkenal sebagai sosok ayah yang membimbing anak-anaknya untuk mencintai ilmu. Maka tak heran, jika semasa kuliah Caca aktif terlibat dalam organisasi berbasis kemanusiaan.

Caca pernah menjadi volunteer di Royal Children Hospital Foundation di Brisbane Australia dan di Pusat Krisis Fakultas Psikologi Indonesia. Pada Tahun 2007, ia bekerja magang di United Nations High Commisioner for Refugees (UNHCR), Kuala Lumpur, Malaysia sebagai External Relations Officer Assistant.

Saat pulang dari Malaysia, Caca mulai aktif berkarir sebagai konsultan psikologi di Saville and Holdsworth Limited (SHL Indonesia). Di SHL, Caca bekerja bersama berbagai perusahaan menyeleksi dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang berbasis kompetensi.

Selain di SHL, Caca juga mendalami minat dan hobinya dalam merancang desain baju anak. Dari situ ia membangun dan mengelola bisnis clothingline-nya, bernama Made in Heaven Kids hingga kini.

Perjalanan semasa kuliah hingga berkarir di dunia profesi ia implementasikan di Pusat Studi Al-Qur'an (PSQ), Yayasan Dakwah Lentera Hati yang didirikan oleh ayahnya, Prof Quraish Shihab. Pada 2009, Caca memutuskan fokus mengembangkan PSQ sekaligus mengelola Penerbit Buku PT. Lentera Hati sebagai Direktur Utama.

Jabatan itu tak ia sia-siakan. Semangat dakwah mengalir dalam darahnya. Ia lalu menggunakan buku sebagai salah satu media untuk mencapai misi yayasan, yakni menyebarkan buku agama dan non agama yang mencerminkan nilai-nilai Al-Qur’an.

“Di yayasan kami mempunyai penerbitan buku, yakni Lentera Hati. Sebenarnya ini unit usaha bisnis dilahirkan sejak awal untuk mendukung misi yayasan membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat majemuk, melalui produk buku-buku yang mencerahkan, terutama buku-buku Abi Quraish,” kata Caca kepada LANGIT7.ID.

Sementara di PSQ, Caca membantu mengelola program pendidikan dan pelatihan Kader Mufasir di seluruh Indonesia, termasuk memberikan pelatihan pengembangan diri para peserta, khususnya santri Pesantren Pasca Tahfidz Bayt Alquran.

Gerakan dakwah di belakang layar Caca tak berhenti sampai di situ. Pada 2019, bersama Dewan Pakar PSQ, ia menginisasi lahirnya platform cariustadz.id. Platform itu bertujuan memberi kesempatan kepada jejaring alumni PSQ agar dapat membawa manfaat secara langsung untuk masyarakat Indonesia.

Platform ini menjadi narahubung antara umat dengan ustadz/ah melalui teknologi digital. Sebagai co-founder, Nasywa berupaya untuk mengembangkan kompetensi ustadz/ah melalui program Pendidikan yang dijalankan PSQ.

Dalam sisi teknologi, Nasywa juga berupaya memperbaharui platform cariustadz.id agar misi PSQ dalam menyebarkan Islam yang rahmatan lil alamin dapat mencapai seluruh pelosok Indonesia.

Baca Juga: Ingin Belajar Islam Dibimbing Ustadz dan Ulama Kompeten? Klik di Cariustadz.id

Tumbuh di Bawah Keteladanan Sang Ayah


Caca mengaku sangat kagum kepada sosok ayahnya, Prof Quraish Shihab. Ia melihat Abi Quraish sebagai sosok yang tenang dan mengedepankan keteladanan dalam mendidik anak. Abi Quraish jarang memberikan nasihat. Ia lebih banyak mendidik lewat contoh.

“Jadi justru kayak peranan mama yang lebih banyak untuk yang ngajarin praktis-praktis ibadah. Kalau abi lewat contoh, karena selama ini abi tidak banyak bicara kalau di rumah. Tapi memang melalui contoh itu kita bisa melihat sih bagaimana ketrladana yang abi selalu berikan,” kata Caca.

Salah satu keteladanan Quraish Shihab yang sangat melekat dalam ingatan Caca adalah kedisiplinan waktu. Misalnya dalam membaca buku. Abi Quraish memiliki rutinitas setiap pagi membaca buku di depan komputer. Intiasari dari buku itu ia rekam dalam tulisan, lalu disebarkan.

Caca juga sangat mengagumi sosok Abi Quraish yang sangat cinta kepada Al-Qur’an. “Itu yang jadinya kami itu melihat cerminan dari sikap Abi. Itu yang coba kami teladani,” kata Caca.

Saat Caca memilih fokus menekuni bidang psikologi, Abi Quraish memberikan dukungan penuh. Itu salah satu karakter pendidikan anak yang diterapkan Abi Quraish untuk anak-anaknya. Tidak ada paksaan untuk menjadi ulama. Ia berpandangan, anak-anak bisa berdakwah melalui profesi yang mereka tekuni.

Cara pendidikan keluarga yang diterapkan Abi Quraish Shihab itu membuat Caca tekun mengembangkan platform cariustadz.id. Ia ingin mewadahi semua anak-anak ideologis Abi Quraish yang tersebar di seluruh Indonesia untuk berdakwah.

Ia memang tak bisa menjadi ulama seperti sang ayah, namun kiprahnya di belakang layar melalui Yayasan Lentera Hati membantu ribuan kader-kader Quraish Shihab menyebarkan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat.

“Kalau yang dikader udah banyak banget, ribuan, karena 15 tahun melalui program, mulai dari pelatihan-pelatihan dan sudah tersebar di seluruh di Indonesia,” kata Caca.

Diketahui, Nasywa Shihab dan ayahnya memiliki nasab mulia yang tersambung hingga ke baginda Nabi Muhammad SAW. Meski nasab jtu tak ditonjolkan, Caca menyebut ayahnya selalu menekankan keteladanan kepada Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari-hari. Begitupun Caca, dalam menjalani aktivitas sehari-hari berusaha menanamkan akhlakul karimah teladan Nabi ke dalam jiwanya.

“Kami berusaha meneladani kakek nenek kami, bagaimana hidup mereka penuh dengan ilmu, berdakwah, dan tentu dengan akhlak yang karim. Jadi memang yang penting adalah memperkaya hati dengan akhlak yang baik. Itu bentuk-bentuk keteladanan yang selalu kami coba pelihara,” kata Caca.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 01 Juni 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)