home community

Indonesia Tanpa JIL: Tantangan Pemikiran Sekuler Tak Pernah Henti

Rabu, 03 November 2021 - 21:15 WIB
Ilustrasi Islamophopia di Amerika Serikat. Foto: Langit7.id/iStock
Komunitas Indonesia Tanpa JIL (ITJ)meneguhkan eksistensinyapada gerakan pemikiran keislaman. Komunitas yang terbentuk sembilan tahun silam untuk membendung liberalisme ini terus berupaya bertahan di tengah beragamnya corak pemikiran keagamaan.

Menurut pencetus ITJAkmal Sjafril, tantangan pemikiran keislaman tidak berkurang, meskipun dunia dilanda pandemi Covid-19. Ajaran Islam dan umat Muslim dianggap masih sering menjadi sasaran serangan dari kelompok-kelompok sekuler.

“Hanya karena nama Jaringan Islam Liberal atau JIL jarang terdengar lagi, bukan berarti masalahnya sudah bubar,” kata Akmal dalam Rapat Kerja yang digelar di Sentul Bogor belum lama ini.

Baca Juga:Supaya Khusyuk, ke Mana Seharusnya Pandangan Mata saat Shalat?

Lebih lanjut, Akmal mengatakan, rapat kerja ini dilakukan untuk mengevaluasi hal-hal yang sudah komunitas lakukan sejak dimulainya kepengurusan pasca-Silatnas di Yogyakarta, Februari 2020 lalu. Di samping itu, mereka ingin membuat rencana-rencana besar ke depannya agar ITJ terus eksis dan bersemangat.

“Pada kenyataannya, pemikiran Islam liberal masih bermunculan di mana-mana. Sebelum pandemi, di tahun 2019, kita dikejutkan dengan munculnya disertasi yang menghalalkan zina,” kata Akmal.

Ia melihat, perkembangan pemikiran Islam liberal masih dapat terlihat dengan jelas di dunia maya. Beberapa hari ke belakang, contohnya, di Twitter sempat viral tangkapan layar dari percakapan via WhatsApp yang membicarakan tentang seseorang yang mulai berpikiran liberal sejak kuliah di sebuah perguruan tinggi Islam.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
indonesia tanpa jil liberalisme
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya