Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Supaya Khusyuk, ke Mana Seharusnya Pandangan Mata saat Shalat?

muhammad rifai akif Rabu, 03 November 2021 - 17:06 WIB
Supaya Khusyuk, ke Mana Seharusnya Pandangan Mata saat Shalat?
Saat shalat, pandangan mata juga harus dijaga ke arah mana akan diarahkan untuk menambah kekhusyukan shalat. Foto : LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Shalat merupakan kebutuhan bagi seorang muslim, hendaknya yang masih menjadikannya kewajiban untuk merubah skalanya menjadi sebuah kebutuhan.

Kebutuhan akan menghadap kepada Allah SWT yang telah menciptakan manusia serta alam semesta.

Dalam shalat yang merupakan penghambaan manusia kepada Sang Pencipta, seorang muslim dilarang melakukan aktifitas lain, bahkan hanya untuk sekedar melirik ke kanan atau ke kiri.

Untuk itu jika ingin menghadap kepada Allah, shalat, hendaknya niatkan dan fokuskan untuk menambah kekhusyukan.

Baca juga : Keistimewaan Shalat Malam, Kapan Dikerjakan dan Berapa Rakaat?

Khusyuk yang harus dijaga bagi setiap muslim yang sedang shalat adalah khusyuk hatinya dan juga tenang anggota tubuhnya. Semakin khusyuk semakin sedikit pergerakan anggota tubuh. Karena khusyuk sendiri bermakna penyerahan dan kebulatan hati yang sungguh-sungguh.

Untuk itu saat shalat, pandangan mata juga harus dijaga ke arah mana akan diarahkan untuk menambah kekhusyukan shalat.

Dalam hal ini, ulama terbagi menjadi dua pendapat. Pertama, pendapat yang mengarahkan untuk menghadap ke depan, pandangan sejajar dengan wajah. Kedua, pendapat yang menganjurkan untuk mengarahkan pandangan matanya ke tempat sujud.

Imam Syafi'i yang dianut oleh sebagian besar muslim di Indonesia berpendapat bahwa arah pandangan mata dalam shalat hendaknya ke arah tempat sujud.

Imam Syafi'i tidak sendirian, Imam Hanafi dan Imam Hambali juga berpendapat serupa. Hal ini berdasarkan sebuah riwayat Al-Hakim tentang Abu Hurairah yang bercerita tentang Rasulullah pernah shalat dengan mengangkat kepalanya ke langit. Kemudian turunlah surat Al-Mukminun ayat 2

الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلٰو تِهِمْ خَاشِعُوْنَ.

Artinya: “dan orang-orang yang khusyu dalam shalat," (QS Al-Mukminun: 2)

Sehingga setelah itu Rasulullah SAW menundukkan kepalanya dalam shalat.

Siti Aisyah juga pernah meriwayatkan:

دَخَلَ رَسُوْلُ اللهِ الْكَعْبَةَ مَا خَلَفَ بَصَرُهُ مَوْضِعَ سُجُوْدِهِ حَتَّى خَرَجَ مِنْهَا (رواه الحاكم).

Artinya: “Rasulullah masuk ka’bah (untuk mengerjakan shalat) dalam keadaan pandangan beliau tidak meninggalkan tempat sujudnya.” (HR. al-Hakim)

Baca juga : Memahami Kandungan Perintah Shalat Tahajud dalam Surat Al-Isra

Sedangkan Imam Malik punya pendapat lain, pandangan mata dalam shalat hendaknya diarahkan ke depan.

Argumen dari pendapat ini adalah sebab mengarahkan pandangan ke arah tempat sujud saat posisi seseorang berdiri dianggap sebagai masyaqqah ‘azhimah (sangat sulit).

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)