home wirausaha syariah

Rani Mardiana Rahayu, Sulap Sampah Jadi Barang Bernilai Jual Tinggi

Jum'at, 05 November 2021 - 23:30 WIB
Rani Mardiana Rahayu berfoto bersama produk kerajinan tangan berbahan baku sampah yang telah dipilah. (Foto: Istimewa)
Rani Mardiana Rahayu, kini memantapkan diri untuk menekuni bisnis pembutan kerajinan tangan menggunakan bahan daur ulang sampah. Awalnya, muslimah ini hanya iseng-iseng memposting kerajinan hasil dari recycle tersebut dari sampah rumah tangga di akun jual beli media sosial, ternyata responnya cukup bagus.

Usaha yang digeluti oleh Rani ini sudah berlangsung sejak 20 November 2020, saat masa pandemi Covid-19. Saat itu, di Kecamatan Tembalang Kota Semarang belum ada yang menjalankan usaha tersebut. Semula, bank sampah digarap oleh pelaku-pelaku UKM. Peluang itu pun tidak dilewatkannya begitu saja.

Baca juga:Inovatif, Sukses Buka Warung Mie di Tengah Pandemi

Idenya datang dari diri sendiri yang ingin mengurangi sampah masuk ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Barang-barang yang bisa dijadikan kerajinan, didaur ulang, agar biar sampahnya tidak masuk ke TPS dan dibuat kerajinan oleh Bank Sampah Tembalang (BST) beralamat di Perumahan Diponegoro blok B 207 Tembalang, Semarang.

Saat ini, ia telah memiliki tak kurang 150 nasabah atau mitra di Kota Semarang yang secara rutin memasok sampah rumah tangga dan warung yang telah dipilah-pilah. Di antaranya berupa kemasan minuman sachet, botol, bungkus paketan, kardus, dan barang-barang yang terbuat dari plastik.

“Untuk minuman sachet, dan tas kresek kami gunakan untuk kerajian tas dan dompet. Sementara plastik yang tidak bisa dibuat kerajinan, saya hancurkan jadi bijih plastik untuk dijua ke pabrikan besar. Saya belajar otodidak, lihat-lihat informasi,” kata Owner Bank Sampah Tembalang, Reni Mardiana Rahayu.

Untuk bisa menjadi pemasok sampah, harus menjadi nasabah dulu. Selama pengiriman barang-barang tersebut, akan dihitung dan selama satu tahun akan diganti dengan paket lebaran, juga berisi sirupdan roti kering.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
bank sampah kerajinan tangan kerajinan bst tembalang berawal dari iseng daur ulang sampah
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya