Kemenag
Perkuat Kompetensi, Kemenag Gelar AKMI untuk 12.809 MI
Fajar adhitya
Senin, 08 November 2021 - 22:09 WIB
Menag Yaqut pantau asesmen siswa MI. Foto: Humas Kemenag.
Kementerian Agama tahun ini menggelar Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI). Program ini menjadi bagian dari upaya Kemenag untuk terus meningkatkan kompetensi siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI). AKMI digelar secara serentak pada 12.809 MI di 34 provinsi. Giat ini berlangsung dari 8 - 20 November 2021.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi penyelenggaraan AKMI 2021. Gus Menteri berharap Direktorat KSKK Madrasah terus berinovasi dalam meningkatkan standar dan kompotensi siswa MI. "Teruslah berinovasi dalam meningkatkan standar dan kompetensi siswa Madrasah Ibtidaiyah agar siswa kita bisa bersaing dengan sekolah lainnya," ujar Yaqut dalam keterangannya, Senin (8/11/2021).
Pada kesempatan sama, Dirjen Pendidikan Islam Ali Ramdhani menyatakan, gelaran AKMI bertujuan mengukur kompetensi siswa madrasah pada Literasi membaca, Numerasi, Sains, dan Sosial Budaya (Moderasi Beragama) sebagai data diagnostik untuk tindaklanjut perbaikan pembelajaran di madrasah. Menurut dia, hasil assesmen ini juga berfungsi untuk mendiagnosis kompetensi siswa; bahan pertimbangan dalam pemetaan mutu kompetensi siswa, serta bahan perbaikan mutu pembelajaran di madrasah.
Baca Juga:Bagaimana Indikator Suatu Masjid Dikatakan Bersih?
Dhani menambahkan, AKMI dilaksanakan berbasis komputer, dengan dua moda yakni secara online penuh (siswa mengerjakan soal secara online langsung pada server pusat) dan secara semi online (siswa mengerjakan soal secara offline pada server madrasah, selanjutnya jawaban siswa dikirim oleh operator madrasah secara online ke server pusat).
"Infrastruktur teknologi yang digunakan dalam penyelenggaraan AKMI adalah multi-stage test (MST), teknologi berbasis artificial Intelligence untuk mendeteksi kompetensi siswa secara cermat. Siswa dapat mengerjakan soal AKMI menggunakan piranti computer, laptop, tablet, maupun gawai (handphone android)," kata dia.
"Satuan pendidikan MI yang melaksanakan AKMI Tahun 2021 sebanyak 12.809 madrasah atau sebanyak 350.135 siswa yang tersebar di 34 provinsi. Jumlah tersebut merupakan 50 persen dari seluruh jumlah MI di Indonesia," sambungnya.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi penyelenggaraan AKMI 2021. Gus Menteri berharap Direktorat KSKK Madrasah terus berinovasi dalam meningkatkan standar dan kompotensi siswa MI. "Teruslah berinovasi dalam meningkatkan standar dan kompetensi siswa Madrasah Ibtidaiyah agar siswa kita bisa bersaing dengan sekolah lainnya," ujar Yaqut dalam keterangannya, Senin (8/11/2021).
Pada kesempatan sama, Dirjen Pendidikan Islam Ali Ramdhani menyatakan, gelaran AKMI bertujuan mengukur kompetensi siswa madrasah pada Literasi membaca, Numerasi, Sains, dan Sosial Budaya (Moderasi Beragama) sebagai data diagnostik untuk tindaklanjut perbaikan pembelajaran di madrasah. Menurut dia, hasil assesmen ini juga berfungsi untuk mendiagnosis kompetensi siswa; bahan pertimbangan dalam pemetaan mutu kompetensi siswa, serta bahan perbaikan mutu pembelajaran di madrasah.
Baca Juga:Bagaimana Indikator Suatu Masjid Dikatakan Bersih?
Dhani menambahkan, AKMI dilaksanakan berbasis komputer, dengan dua moda yakni secara online penuh (siswa mengerjakan soal secara online langsung pada server pusat) dan secara semi online (siswa mengerjakan soal secara offline pada server madrasah, selanjutnya jawaban siswa dikirim oleh operator madrasah secara online ke server pusat).
"Infrastruktur teknologi yang digunakan dalam penyelenggaraan AKMI adalah multi-stage test (MST), teknologi berbasis artificial Intelligence untuk mendeteksi kompetensi siswa secara cermat. Siswa dapat mengerjakan soal AKMI menggunakan piranti computer, laptop, tablet, maupun gawai (handphone android)," kata dia.
"Satuan pendidikan MI yang melaksanakan AKMI Tahun 2021 sebanyak 12.809 madrasah atau sebanyak 350.135 siswa yang tersebar di 34 provinsi. Jumlah tersebut merupakan 50 persen dari seluruh jumlah MI di Indonesia," sambungnya.