Pentingnya Paham Ilmu Hadits: Dapat Terapkan Sunnah Secara Proporsional
Fajar adhitya
Selasa, 09 November 2021 - 05:00 WIB
Mahad Imam Bukhari Bandung. Foto: Istimewa.
Hadits merupakan sumber rujukan utama setelah Alquran untuk mendalami dan menjelaskan segala sesuatu tentang agama Islam. Hadits berfungsi sebagai rujukan dalam pengambilan hukum agama, penafsiran Alquran, dan fungsi kesejarahan (riwayat hidup Nabi Muhammad).
Hadits menurut bahasa artinya sesuatu yang baru yang menunjukkan waktu yang singkat. Sedangkan hadits menurut istilah yang masyhur adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad baik ucapan, perbuatan, persetujuan, maupun sifat.
Hadits adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi baik itu ucapan, perbuatan, persetujuan, sifat fisik, maupun kepribadiannya. Hingga gerak dan diamnya ketika terbangun maupun tertidur juga disebut sebagai hadits. Maka dari itu pengertian ini juga mencakup setiap keadaan Nabi Muhammad.
Baca Juga: Batalkah Wudhu Ketika Suami-Istri Bersentuhan? Ini Penjelasan Ulama 4 Mazhab
Mempelajari hadits sangat penting bagi umat Islam pada umumnya dan kalangan akademisi secara khsusus. Minimal seorang muslim mengetahui darimana hukum-hukum agama diambil. Selain itu, dengan mempelajari ilmu hadits, seorang muslim dapat menerapkan sunnah secara tepat dan proporsional.
Sunnah secara bahasa berarti jalan. Dalam arti luas, sunnah dipadankan dengan al-Sirah al-muttaba’ah yang berarti jalan yang diikuti. Setiap jalan dan perjalanan yang diikuti dinamakan sunnah, baik itu jalan yang baik maupun jalan yang buruk.
Sunnah, menurut istilah para ahli hadis, adalah segala sesuatu yang dinukil dari Nabi Muhammad baik itu ucapan, perbuatan, persetujuan, sifat fisik, kepribadian, maupun perjalanan hidup, baik itu sebelum diutus maupun sesudah diutus.
Hadits menurut bahasa artinya sesuatu yang baru yang menunjukkan waktu yang singkat. Sedangkan hadits menurut istilah yang masyhur adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad baik ucapan, perbuatan, persetujuan, maupun sifat.
Hadits adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi baik itu ucapan, perbuatan, persetujuan, sifat fisik, maupun kepribadiannya. Hingga gerak dan diamnya ketika terbangun maupun tertidur juga disebut sebagai hadits. Maka dari itu pengertian ini juga mencakup setiap keadaan Nabi Muhammad.
Baca Juga: Batalkah Wudhu Ketika Suami-Istri Bersentuhan? Ini Penjelasan Ulama 4 Mazhab
Mempelajari hadits sangat penting bagi umat Islam pada umumnya dan kalangan akademisi secara khsusus. Minimal seorang muslim mengetahui darimana hukum-hukum agama diambil. Selain itu, dengan mempelajari ilmu hadits, seorang muslim dapat menerapkan sunnah secara tepat dan proporsional.
Sunnah secara bahasa berarti jalan. Dalam arti luas, sunnah dipadankan dengan al-Sirah al-muttaba’ah yang berarti jalan yang diikuti. Setiap jalan dan perjalanan yang diikuti dinamakan sunnah, baik itu jalan yang baik maupun jalan yang buruk.
Sunnah, menurut istilah para ahli hadis, adalah segala sesuatu yang dinukil dari Nabi Muhammad baik itu ucapan, perbuatan, persetujuan, sifat fisik, kepribadian, maupun perjalanan hidup, baik itu sebelum diutus maupun sesudah diutus.