Susah 'Move On' Kehilangan Orang Tersayang? Lakukan Cara Ini
Muhajirin
Selasa, 09 November 2021 - 10:32 WIB
ilustrasi seorang muslimah sedang bersedih (foto: langit7.id/istock)
Kehilangan orang yang sangat dicintai menciptakan kesedihan yang mendapat bagi orang terdekat. Dokter Pakar Neuroparenting, dr Aisah Dahlan, membagikan tips untuk move on atau menghilangkan rasa sedih ketika berduka.
Kesedihan yang terus menerus membawa dampak yang membahayakan bagi psikologis seseorang. Maka perlu langkah-langkah untuk menghindari rasa sedih saat berduka agar bisa cepat mengikhlaskan dan move on.
“Orang yang tidak mengingat Allah dia akan makin terpuruk nanti level emosinya makin turun ke bawah, akhirnya depresi sendiri,” ucap dr Aisah Dahlan melalui kanal youtube Pecinta dr Aisah Dahlan, dikutip Selasa (9/11/2021).
Jika lupa terhadap Allah saat dalam keadaan terpuruk, akan membuat emosi seseorang tidak stabil. Bahkan bisa berakibat depresi. Rasa duka terus-menerus berakibat buruk pada kesehatan fisik, emosional, dan psikologis.
Tak hanya itu, aktivitas sehari-hari akan terganggu dan perilaku berubah. Kondisi itu disebut sebagai Prolonged Grief Disorder. Gangguan itu bisa membuat seseorang depresi. Ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala dalam Surat Al-Hadid ayat 23.
“Kami jelaskan yang demikian itu supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS Al-Hadid: 23).
Allah meminta setiap hamba agar tidak terlalu berduka saat mengalami musibah. Kadang baik dalam pandangan manusia, tapi justru berdampak buruk. Kadang pula buruk dalam persepsi manusia, tapi itu baik baginya.
Kesedihan yang terus menerus membawa dampak yang membahayakan bagi psikologis seseorang. Maka perlu langkah-langkah untuk menghindari rasa sedih saat berduka agar bisa cepat mengikhlaskan dan move on.
“Orang yang tidak mengingat Allah dia akan makin terpuruk nanti level emosinya makin turun ke bawah, akhirnya depresi sendiri,” ucap dr Aisah Dahlan melalui kanal youtube Pecinta dr Aisah Dahlan, dikutip Selasa (9/11/2021).
Jika lupa terhadap Allah saat dalam keadaan terpuruk, akan membuat emosi seseorang tidak stabil. Bahkan bisa berakibat depresi. Rasa duka terus-menerus berakibat buruk pada kesehatan fisik, emosional, dan psikologis.
Tak hanya itu, aktivitas sehari-hari akan terganggu dan perilaku berubah. Kondisi itu disebut sebagai Prolonged Grief Disorder. Gangguan itu bisa membuat seseorang depresi. Ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala dalam Surat Al-Hadid ayat 23.
“Kami jelaskan yang demikian itu supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS Al-Hadid: 23).
Allah meminta setiap hamba agar tidak terlalu berduka saat mengalami musibah. Kadang baik dalam pandangan manusia, tapi justru berdampak buruk. Kadang pula buruk dalam persepsi manusia, tapi itu baik baginya.