LANGIT7.ID - Kehilangan orang yang sangat dicintai menciptakan kesedihan yang mendapat bagi orang terdekat. Dokter Pakar Neuroparenting, dr Aisah Dahlan, membagikan tips untuk
move on atau menghilangkan rasa sedih ketika berduka.
Kesedihan yang terus menerus membawa dampak yang membahayakan bagi psikologis seseorang. Maka perlu langkah-langkah untuk menghindari rasa sedih saat berduka agar bisa cepat mengikhlaskan dan
move on.“Orang yang tidak mengingat Allah dia akan makin terpuruk nanti level emosinya makin turun ke bawah, akhirnya depresi sendiri,” ucap dr Aisah Dahlan melalui kanal youtube Pecinta dr Aisah Dahlan, dikutip Selasa (9/11/2021).
Jika lupa terhadap Allah saat dalam keadaan terpuruk, akan membuat emosi seseorang tidak stabil. Bahkan bisa berakibat depresi. Rasa duka terus-menerus berakibat buruk pada kesehatan fisik, emosional, dan psikologis.
Tak hanya itu, aktivitas sehari-hari akan terganggu dan perilaku berubah. Kondisi itu disebut sebagai
Prolonged Grief Disorder. Gangguan itu bisa membuat seseorang depresi. Ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala dalam Surat Al-Hadid ayat 23.
“Kami jelaskan yang demikian itu supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS Al-Hadid: 23).
Allah meminta setiap hamba agar tidak terlalu berduka saat mengalami musibah. Kadang baik dalam pandangan manusia, tapi justru berdampak buruk. Kadang pula buruk dalam persepsi manusia, tapi itu baik baginya.
Maka itu, seorang hamba harus selalu berdzikir mengingat Allah. Dzikir tidak hanya berdampak positif bagi kesehatan jiwa, tapi juga kesehatan fisik. Orang yang selalu mengingat Allah, akan terhindar dari rasa bersedih.
Saat seseorang berdzikir, bagian otak yang menyimpan ilmu akan aktif sehingga bisa melakukan antisipasi dan mengendalikan emosi. Dengan begitu, secara perlahan kesedihan akan terangkat. Kesedihan itu akan berganti menjadi ketenangan jiwa.
Dr Aisah Dahlan juga menganjurkan untuk memperbanyak istighfar kala bersedih. Selain pengampunan dosa, juga memiliki dampak positif bagi kesehatan. Dia menyebut, dalam bacaan istighfar mengandung banyak huruf jahr.
Itu berkaitan dengan pernapasan atau oksigen ke organ tubuh manusia untuk kesehatan. Istighfar dibaca dengan lembut dengan penuh penghayatan memiliki efek luar biasa bagi tubuh. Bacaan istighfar sangat bermanfaat pada otak manusia.
(jqf)