Anggota DPR Apresiasi Kontribusi Pertamina Hulu Rokan
Fajar adhitya
Selasa, 09 November 2021 - 12:10 WIB
Salah satu wilayah kerja di Blok Rokan, Riau. Foto: Humas PLN
Anggota Komisi VII DPR Mulyanto mensyukuri capaian PT. Pertamina Hulu Rokan (PHR) menyumbang pemasukan negara sebesar Rp 2,7 triliun dari bagi hasil penjualan minyak dan pajak pada bulan ini. Namun, kata Mulyanto, Pertamina jangan cepat berpuas diri, karena nilai pemasukan tersebut masih di bawah target yang ditetapkan.
Mulyanto minta PHR terus mengembangkan inovasi, agar hasil eksploitasi di Blok Rokan itu bisa meningkat. Sehingga pendapatan negara bisa bertambah.
"Secara umum sumbangan kepada negara itu ada dua jenis. Pertama dari dana bagi hasil minyak dan kedua dari pajak," kata Mulyanto dalam keterangannya, Selasa (9/11/2021).
Baca Juga:Ini Penampakan Mobil Balap Ajang Internasional di Mandalilka
Menurut dia, besarnya kontribusi bagi negara sangat bergantung pada produksi minyak atau lifting pada wilayah kerja tersebut. "Semakin tinggi lifting, setelah dikurangi biaya (cost recovery), maka akan semakin besar bagian untuk negara," jelas Mulyanto.
Guna mengejar target lifting, Mulyanto mendorong PHR untuk melakukan pengeboran baru dan menerapkan teknik enhanced oil recovery (EOR). Menurut dia, PHR tidak bisa hanya mengandalkan produksi dari sumur lama, yang usianya sudah tua.
Baca Juga:Lawatan Jokowi ke PEA Hasilkan Komitmen Bisnis dan Investasi USD32,7 Miliar
Mulyanto minta PHR terus mengembangkan inovasi, agar hasil eksploitasi di Blok Rokan itu bisa meningkat. Sehingga pendapatan negara bisa bertambah.
"Secara umum sumbangan kepada negara itu ada dua jenis. Pertama dari dana bagi hasil minyak dan kedua dari pajak," kata Mulyanto dalam keterangannya, Selasa (9/11/2021).
Baca Juga:Ini Penampakan Mobil Balap Ajang Internasional di Mandalilka
Menurut dia, besarnya kontribusi bagi negara sangat bergantung pada produksi minyak atau lifting pada wilayah kerja tersebut. "Semakin tinggi lifting, setelah dikurangi biaya (cost recovery), maka akan semakin besar bagian untuk negara," jelas Mulyanto.
Guna mengejar target lifting, Mulyanto mendorong PHR untuk melakukan pengeboran baru dan menerapkan teknik enhanced oil recovery (EOR). Menurut dia, PHR tidak bisa hanya mengandalkan produksi dari sumur lama, yang usianya sudah tua.
Baca Juga:Lawatan Jokowi ke PEA Hasilkan Komitmen Bisnis dan Investasi USD32,7 Miliar