LANGIT7.ID, Jakarta - Lawatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Persatuan Emirat Arab (PEA) menghasilkan sejumlah komitmen bisnis dan investasi senilai USD32,7 miliar.
Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno L.P Marsudi. Menlu menjelaskan jumlah tersebut didapat saat Presiden Jokowi bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan (MBZ) di Istana Al-Shatie, Abu Dhabi.
"Kedua pemimpin membahas kemajuan kerja sama investasi antara kedua negara. Selama kunjungan ini terdapat komitmen bisnis dan investasi senilai 32,7 miliar Dolar AS dari 19 perjanjian kerja sama yang akan dipertukarkan besok di Dubai," ujar Menlu seperti dikutip dari laman Sekretaris Kabinet, Kamis (4/11).
Baca juga:
Dihadapan PM Shtayyeh, Jokowi Tegaskan Komitmen Indonesia untuk PalestinaMenlu memerinci, komitmen bisnis dan investasi tersebut antara lain kerja sama antara Indonesia Investment Authority (INA) dengan Abu Dhabi Growth Fund (ADG), INA dan DB World, floating solar panel antara Masdar dan Pertamina, refinery Balikpapan, manufaktur dan distribusi vaksin dan bio product.
Selain itu, ada juga berbagai kesepakatan G42 dengan mitra di Indonesia, antara lain di bidang smart cities, telekomunikasi, pengembangan laboratorium genomic, dan lain sebagainya.
"Di bidang investasi, Menteri Investasi masih akan melakukan pertemuan investasi dan juga ada pertemuan dengan perusahaan besar Amerika yang mudah-mudahan akan ada komitmen-komitmen baru," kata Menlu.
Baca juga:
Usai Hadiri KTT COP26, Jokowi Terbang ke Abu DhabiDalam kesempatan yang sama, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa Indonesia akan memberikan karpet merah bagi semua negara untuk melakukan realisasi investasi di Indonesia.
"Sekarang kita lagi melakukan negosiasi akhir sampai dengan tengah malam, yang akan masuk di bidang hilirisasi. Kenapa hiliriasasi? Karena salah satu visi besar Presiden Jokowi pada poin kelima ialah tentang membangun transformasi ekonomi berwujud nilai tambah dengan industrialisasi," kata Bahlil.
Ia pun berharap, nilai 32,7 miliar Dolar AS yang telah ada bisa didongkrak lagi, paling tidak di atas 35 miliar Dolar AS.
Selain di bidang investasi, dalam pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Pangeran MBZ juga dibahas isu di bidang perdagangan. Kedua pemimpin sepakat agar perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara kedua negara dapat segera diselesaikan.
(sof)