Wisata Halal
Desa Adat Wae Rebo, Land on The Sky di Flores
Garry Talentedo Kesawa
Selasa, 09 November 2021 - 16:00 WIB
Desa Adat Wae Rebo. (Foto: Instagram/@dindakart)
Desa Wae Rebo merupakan salah satu kampung adat di Indonesia yang berada di daerah pedalaman pulau Flores Barat, tepatnya di Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Meski belum begitu populer, namun Desa Wae Rebo menjadi salah satu tujuan wisatawan mancanegara.
Terletak di ketinggian 1.100 mdpl (meter di atas permukaan laut), desa ini selalu diselimuti oleh kabut tebal setiap pagi dan sore. Keunikan ini yang membuat Wae Rebo lebih dikenal dengan julukan Negeri di Atas Awan atau "Land on the Sky".
Pada tahun 2012, Desa Wae Rebo dinobatkan sebagai salah satu warisan budaya dengan segala keunikannya oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan (UNESCO). Di tahun berikutnya, desa ini juga mendapat penghargaan sebagai salah satu kawasan konservasi warisan budaya UNESCO Asia – Pasifik.
Wae Rebo memiliki 7 rumah adat unik, yaitu berbentuk kerucut yang bernama Mbaru Niang. Rumah adat ini memiliki nilai karya seni tinggi dan penuh filosofi, keharmonisan antara manusia dan alam, manusia dengan manusia itu sendiri serta kehidupan sehari-hari yang sangat sederhana.
Baca juga:Pesona Desa Wisata Senaru di Kaki Gunung Rinjani
Rumah adat di Wae Rebo terdiri dari lima lantai dan banyak ruangan. Setiap lantai memiliki fungsinya masing-masing seperti tempat berkumpul, menyimpan bahan makanan, beribadah dan fungsi lainnya.
Sahabat Langit7 dapat bercengkrama dengan masyarakat setempat yang masih mempertahankan nilai kearifan lokal, tradisi, dan budaya asli Manggarai hingga saat ini. Penduduk kaki gunung di Wae Rebo terkenal ramah dengan pengunjung dan siap membantu kapan saja.
Terletak di ketinggian 1.100 mdpl (meter di atas permukaan laut), desa ini selalu diselimuti oleh kabut tebal setiap pagi dan sore. Keunikan ini yang membuat Wae Rebo lebih dikenal dengan julukan Negeri di Atas Awan atau "Land on the Sky".
Pada tahun 2012, Desa Wae Rebo dinobatkan sebagai salah satu warisan budaya dengan segala keunikannya oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan (UNESCO). Di tahun berikutnya, desa ini juga mendapat penghargaan sebagai salah satu kawasan konservasi warisan budaya UNESCO Asia – Pasifik.
Wae Rebo memiliki 7 rumah adat unik, yaitu berbentuk kerucut yang bernama Mbaru Niang. Rumah adat ini memiliki nilai karya seni tinggi dan penuh filosofi, keharmonisan antara manusia dan alam, manusia dengan manusia itu sendiri serta kehidupan sehari-hari yang sangat sederhana.
Baca juga:Pesona Desa Wisata Senaru di Kaki Gunung Rinjani
Rumah adat di Wae Rebo terdiri dari lima lantai dan banyak ruangan. Setiap lantai memiliki fungsinya masing-masing seperti tempat berkumpul, menyimpan bahan makanan, beribadah dan fungsi lainnya.
Sahabat Langit7 dapat bercengkrama dengan masyarakat setempat yang masih mempertahankan nilai kearifan lokal, tradisi, dan budaya asli Manggarai hingga saat ini. Penduduk kaki gunung di Wae Rebo terkenal ramah dengan pengunjung dan siap membantu kapan saja.