Wawancara Khusus
Irfan Syauqi Beik : Ekonomi Syariah Perlu Tumbuh Secara Eksponensial
Mahmuda attar hussein
Kamis, 11 November 2021 - 08:08 WIB
Pengamat ekonomi syariah IPB, Irfan Sauqi Beik. Foto: istimewa
Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, yakni 87,18 persen, menargetkan diri untuk menguasai pasar syariah di tingkat global.
Kendati demikian, laporan dari Bank Indonesia (BI), peningkatan literasi ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) di masyarakat saat ini baru tumbuh dari 16 persen menjadi 21 persen. Data tersebut menunjukkan masih besarnya pekerjaan rumah yang dimiliki Indonesia.
Selain itu, Wakil Presiden Maruf Amin juga meminta agar perguruan tinggi secara aktif dapat meningkatkan literasi terkait eksyar. Ia juga berharap lahirnya SDM unggul dari perguruan tinggi.
Lantas bagaimana perguruan tinggi merespon hal tersebut. Berikut ini wawancara khusus LANGIT7.ID dengan Pengamat Ekonomi Syariah IPB University, Irfan Syauqi Beik.
Bagaimana Anda melihat perkembangan eksyar selama ini?
Sebenarnya perkembangan ekonomi syariah dari waktu ke waktu cukup baik, karena ada tren kenaikan di situ. Tapi yang kita butuhkan bukan sekadar tumbuh, melainkan tumbuh secara eksponensial.
Artinya, kita memerlukan pertumbuhan yang amat sangat tinggi, agar kita bisa mengoptimalkan potensi yang ada. Nah salah satu masalah kita adalah literasi, di mana berdasarkan laporan BI tahun ini, tingkat literasi ekonomi syariah baru 20 persen, artinya baru 20 persen masyarakat Indonesia yang well-literate.
Kendati demikian, laporan dari Bank Indonesia (BI), peningkatan literasi ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) di masyarakat saat ini baru tumbuh dari 16 persen menjadi 21 persen. Data tersebut menunjukkan masih besarnya pekerjaan rumah yang dimiliki Indonesia.
Selain itu, Wakil Presiden Maruf Amin juga meminta agar perguruan tinggi secara aktif dapat meningkatkan literasi terkait eksyar. Ia juga berharap lahirnya SDM unggul dari perguruan tinggi.
Lantas bagaimana perguruan tinggi merespon hal tersebut. Berikut ini wawancara khusus LANGIT7.ID dengan Pengamat Ekonomi Syariah IPB University, Irfan Syauqi Beik.
Bagaimana Anda melihat perkembangan eksyar selama ini?
Sebenarnya perkembangan ekonomi syariah dari waktu ke waktu cukup baik, karena ada tren kenaikan di situ. Tapi yang kita butuhkan bukan sekadar tumbuh, melainkan tumbuh secara eksponensial.
Artinya, kita memerlukan pertumbuhan yang amat sangat tinggi, agar kita bisa mengoptimalkan potensi yang ada. Nah salah satu masalah kita adalah literasi, di mana berdasarkan laporan BI tahun ini, tingkat literasi ekonomi syariah baru 20 persen, artinya baru 20 persen masyarakat Indonesia yang well-literate.