Berpeluang Ekspor, BPOM RI Beri Pendampingan UMKM Produk Kesehatan Herbal
Mahmuda attar hussein
Kamis, 11 November 2021 - 11:15 WIB
Herbal. Foto: Langit7
Berdasarkan data Riset Tumbuhan Obat dan Jamu (Ristoja) oleh Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2012, 2015, dan 2017, terdapat 32.013 ramuan pengobatan tradisional dan 2.848 spesies tumbuhan yang telah teridentifikasi sebagai tumbuhan bahan obat tradisional.
Jamu sebagai kearifan lokal serta cerminan budaya bangsa Indonesia menjadi salah satu warisan yang bernilai tinggi, sehingga perlu dijaga kelestariannya.
Di samping itu, jamu juga salah satu bentuk transformasi nilai tambah rempah, yang dapat meningkatkan derajat kesehatan penggunanya serta berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi.
Baca juga: Upaya Kementan Kembangkan Penggunaan Inovasi dan Teknologi Pertanian
Kepala Badan POM, Penny K. Lukito mengatakan jamu harus dilengkapi dengan data penggunaan empiris, mengingat jamu telah dimanfaatkan secara turun temurun untuk pengobatan dan pemeliharaan kesehatan.
Keterbatasan dokumentasi pengobatan empiris menyebabkan kendala terkait pembuktian jamu yang berkhasiat sebagai pengobatan. Menurutnya, data penggunaan empiris menjadi dasar pembuktian keamanan dan kemanfaatan penggunaan ramuan jamu secara turun-temurun di Indonesia.
“Dokumentasi ramuan etnomedisin merupakan hal penting yang harus dilakukan sebagai data bukti keamanan jamu nusantara secara empiris,” kata Penny di Webinar Mengenal Jamu Nusantara: Eksplorasi Obat Tradisional Berbahan Alam Indonesia, beberapa waktu lalu.
Jamu sebagai kearifan lokal serta cerminan budaya bangsa Indonesia menjadi salah satu warisan yang bernilai tinggi, sehingga perlu dijaga kelestariannya.
Di samping itu, jamu juga salah satu bentuk transformasi nilai tambah rempah, yang dapat meningkatkan derajat kesehatan penggunanya serta berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi.
Baca juga: Upaya Kementan Kembangkan Penggunaan Inovasi dan Teknologi Pertanian
Kepala Badan POM, Penny K. Lukito mengatakan jamu harus dilengkapi dengan data penggunaan empiris, mengingat jamu telah dimanfaatkan secara turun temurun untuk pengobatan dan pemeliharaan kesehatan.
Keterbatasan dokumentasi pengobatan empiris menyebabkan kendala terkait pembuktian jamu yang berkhasiat sebagai pengobatan. Menurutnya, data penggunaan empiris menjadi dasar pembuktian keamanan dan kemanfaatan penggunaan ramuan jamu secara turun-temurun di Indonesia.
“Dokumentasi ramuan etnomedisin merupakan hal penting yang harus dilakukan sebagai data bukti keamanan jamu nusantara secara empiris,” kata Penny di Webinar Mengenal Jamu Nusantara: Eksplorasi Obat Tradisional Berbahan Alam Indonesia, beberapa waktu lalu.