home edukasi & pesantren

Tips Mendidik Anak Menjadi Tangguh di Era Milenial ala Islam

Sabtu, 17 Juli 2021 - 13:29 WIB
Madrasah Aljunied Al-Islamiah di Singapura. Foto: Strait Times
Zaman memiliki karakter perubahan yang sangat cepat dan pesat. Era itu menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua yang hidup pada tahun-tahun sebelum industri teknologi merajalela. Orang tua ditutut beradaptasi dengan cepat pula. Sementara tidak semua melek teknologi. Seolah terbalik, orang tua yang seharusnya membentuk karakter dan mental anak menghadapi lalu lintas informasi, justeru kerap bertanya mengenai hal seperti letak tombol enter pada gawai.

Era industri 4.0 juga melahirkan fenomena baru di lingkungan keluarga. Tidak sedikit anak menjaga jarak dari orang tua. Saat bosan, ayah tak lagi menjadi tempat bersandar, risau sedih tak lagi tercurah kepada ibu. Anak cenderung nyaman dengan spot tertentu, seperti kamar. Ibarat anak berada dalam keramaian meski sendiri dalam bentuk fisik.

Jarak anak dan orang tua semakin jauh jika sudah berselancar ke dunia maya. Semua informasi bisa dibuka. Jika orang tua tidak memahami perkembangan zaman itu, bisa jadi rimba alam maya menjadi awal petaka dalam rumah tangga.

Pegiat kekokohan keluarga, Ustadz Bendri Jaisyurrahman, telah mewanti-wanti hal ini kepada orang tua. Ia aktif di berbagai media sosial maupun majelis taklim untuk menyerukan pentingnya mendidik anak di era milenial ini. Ia memiliki laman pribadi yang aktif membagikan rencana kajian, demikian pula akun-akun media sosial. Akun beliau tak susah ditemukan. Di Instagram, cukup menulis nama lengkap beliau maka akan muncul akun dengan 14 ribu lebih pengikut.

Dalam sebuah kajian ”Mendidik Anak Berpondasi Islam di Era Milenial” dikutip dari laman duniaibuibu, Ustadz Bendri menjelaska, generasi milenial lahir pada era 80-an dan pertengahn 90-an hingga awal 2000-an. Itu didasari pernyataan para ahli. Generasi ini identik dengan internet, bahkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Gawai menjadi pelengkap kala beraktivitas.

Di sisi lain, orang tua zaman now kadang tak sadar dengan pola didik anak sejak kecil. Kerap mereka menggunakan gawa sebagai jalan pintas menenangkan anak. Anak nangis, kasih gawai, nonton Youtube. Dulu respon pertama orang tua saat anak menangis adalah menggendoong, memeluk, hingga bermain Bersama. Respons itu membuat anak terasa nyaman saat berada dalam pelukan ibu. Hangat.

Pola asuh saat kecil itu berdampak saat anak dewasa. Tidak mau repot saat mengasuh anak menjadi kesalahan kebanyakan orang tua saat ini. Padahal, repot adalah sebuah kewajaran. Santai dan tidak mau repot saat anak masih kecil, berganti saat anak dewasa. Stress dengan segala pergaulan yang tak sesuai dengan nilai-nilai Islam maupun norma-norma di tengah masyarakat.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pendidikan islam edukasi pendidikan anak tips edukasi
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya