Olimpiade Matematika dan Al Quran
Sarana Tingkatkan Kualitas Ilmu dan Implementasi Kitab Suci
Priyo Setyawan
Jum'at, 12 November 2021 - 21:04 WIB
Wakil bupati Sleman, Danang Maharsa memberikan piala kepada pemenang Omatiq 2021 di Sleman, Jumat (12/11/2021). Foto Dok Pokompim Sleman
Yayasan Yatim Mandiri selama dua hari Kamis-Jumat (11-12/11/2021) menggelar Olimpiade Matemetika dan Al-Qur’an (Omatiq) di Sleman. Sebanyak 80 peserta yang berasal dari berbagai kota, seperti Yogyakarta, Solo, Sragen, Madiun, Ponorogo, Purwokerto, Semarang, Kudus, Magelang, Balikpapan, Samarinda, Maros dan Makasar mengikuti kegiatan tersebut.
Mereka berjuang untuk meraih tiket emas ke babak final yang akan diselenggarakan di Insan Cendekia Mandiri Boarding School Sidoarjo 27-28 November 2021. Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengapresiasi diadakannya acara Omatiq.
Baca Juga:Mahasiswa Indonesia Sabet Emas di Ajang Matematika Internasional
Menurutnya kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas serta ketrampilan anak-anak yatim dan dhuafa, khususnya di bidang matematika dan Al-Quran. Sehingga dengan mengikuti kompetisi tersebut, bulan hanya menambah ilmu tetapi juga bermanfaat untuk masa depan para peserta.
"Semoga melalui kegiatan ini menjadi wadah untuk berlomba-lomba dalam kebaikan kedepannya dalam penerapan ilmu yang dimiliki," kata Danang.saat menutup kegiatan tersebut, Jumat (12/11/2021).
Kepala Biro Bina Mental Spiritual Sekda DIY, Djarot Margiantoro, mengatakan Omatiq merupakan kegiatan yang tepat untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki semangat kompetisi dan semangat meraih prestasi. Pasalnya, bukan hanya perlombaan dalam kecerdasan ilmu pengetahuan.
Mereka berjuang untuk meraih tiket emas ke babak final yang akan diselenggarakan di Insan Cendekia Mandiri Boarding School Sidoarjo 27-28 November 2021. Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengapresiasi diadakannya acara Omatiq.
Baca Juga:Mahasiswa Indonesia Sabet Emas di Ajang Matematika Internasional
Menurutnya kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas serta ketrampilan anak-anak yatim dan dhuafa, khususnya di bidang matematika dan Al-Quran. Sehingga dengan mengikuti kompetisi tersebut, bulan hanya menambah ilmu tetapi juga bermanfaat untuk masa depan para peserta.
"Semoga melalui kegiatan ini menjadi wadah untuk berlomba-lomba dalam kebaikan kedepannya dalam penerapan ilmu yang dimiliki," kata Danang.saat menutup kegiatan tersebut, Jumat (12/11/2021).
Kepala Biro Bina Mental Spiritual Sekda DIY, Djarot Margiantoro, mengatakan Omatiq merupakan kegiatan yang tepat untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki semangat kompetisi dan semangat meraih prestasi. Pasalnya, bukan hanya perlombaan dalam kecerdasan ilmu pengetahuan.